Kompas.com - 15/01/2021, 18:53 WIB
Ilustrasi lautan, mahluk laut Keiki/ShutterstockIlustrasi lautan, mahluk laut

KOMPAS.com - Jika mendengar tentang laut, apakah yang tersirat di pikiranmu? Apakah ikan, terumbu karang, dan hamparan air asin yang luas?

Betul, semuanya terdapat di laut. Kita menyebutnya sebagai ekosistem laut.

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, ekosistem laut adalah kompleks kehidupan di laut mencakup unsur biotik (hidup) dan unsur abiotik (tidak hidup).

Unsur biotik ekosistem laut seperti ikan, kerang, ganggang, dan anemon. Sementara unsur abiotik meliputi air, oksigen, cahaya matahari, garam, pasir, dan batu.

Antara laut satu dengan yang lainnya punya ekosistem yang berbeda. Simak beberapa jenis ekosistem laut di bawah ini:

Dilansir dari National Geographic, ekosistem laut dalam berada pada kedalaman laut yang tidak mendapatkan cahaya Matahari dan mengandung lebih sedikit oksigen seperti palung laut.

Saking dalamnya ekosistem ini, Matahari tidak dapat masuk menyebabkan lautnya gelap dan juga dingin.

Dalam ekosistem laut dalam dapat beberapa spesies ikan yang dapat hidup dalam tekanan tinggi seperti anglerfish, bristlemouth, black swallower. Tidak hanya ikan, dapat ditemukan cumi-cumi, gurita, bintang laut, bulu babi, kerang, dan tiram.

Baca juga: Penyebab Air Laut Asin

  • Ekosistem Kutub

Ekosistem kutub adalah daerah yang dututupi oleh lapisan es sepanjang waktu sehingga dingin dan tidak ada pohon yang hidup.

Ekosistem kutub terdiri dari anjing laut, beruang kutub, walrus, penguin, plankton, fitoplankton, paus, rusa berbulu putih, burung hantu salju, serigala artik, dan burung puffin.

  • Ekosistem Pantai

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Ekosistem pantai berbatu

Ekosistem pantai adalah daerah dimana daratan bertemu dengan lautan. Ekosistem pantai dapat berupa panta berpasir, pantai berbatu, dan pantai mangrove (tumbuhan bakau).

Organisme yang hidup di laut adalah kerang, bintang laut, penyu, kepiting, berbagai spesies burung, dan alga.

  • Ekosistem Rawa Asin

Ekosistem rawa adalah daerah tanah basah yang dibanjiri oleh air asin. Dalam rawa air asin hidup berbagaimacam mikroorganisme, burung, dan ikan.

  • Ekosistem Terumbu Karang

Ekosistem terumbu karang adalah ekosistem yang sangat menarik karena berwarna-warni dan merupakan rumah bagi berbagai jenis organisme laut.

Pada ekosistem terumbu karang hidup berbagai macam spons, bintang laut, ikan, ganggang, plankton, dan fitoplankton.

Baca juga: Manfaat Tol Laut

  • Ekosistem Hutan Kelp

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Hutan kelp dalam laut

Dilansir daro ThoughtCo, ekosistem hutan kelp adalah hutan bawah air yang terbentuk dari rumput laut atau alga.

Di dalamnya hidup berbagai macam organisme seperti ikan, kepiting, anemun, siput laut, singa laut, anjing laut, berang-berang laut, hiu leopard, dan ubur-ubur.

  • Ventilasi Hidrotermal

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Ventilasi Hidrotermal

Dilansir dari National Ocean Service, ventilasi hidrotermal adalah daerah bertemunya air laut dengan magma sehingga mengeluarkan air yang kaya akan partikel mineral.

Ekosistem ini memiliki lingkungan yang gelap, panas, dan beracun bagi beberapa spesies sehingga tidak ditinggali ikan.

Namun ventilasi hidrotermal tetap ditinggali oleh berbagai macam mikroorganisme, kerang, remis, udang, lobster dan gurita.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X