Kompas.com - 24/11/2020, 14:28 WIB
Ilustrasi perang britannica.comIlustrasi perang

KOMPAS.com - Perang Khandaq adalah perang antara kaum muslim Madinah dan pasukan sekutu yang terdiri dari kaum Yahudi dan kaum Quraisy. Perang Khandaq berlangsung pada tahun 5 Hijriah atau 627 Masehi.

Perang Khandaq secara harfiah berasal dari kata khandaq yang memiliki arti parit. Dalam perang Khandaq, kaum muslim Madinah menggali parit di sebelah utara kota Madinah untuk menahan serangan dari pasukan sekutu.

Dalam buku Perang-Perang dalam Sejarah Islam (2014) karya Sitiatava, Perang Khandaq juga sering disebut dengan Perang Ahzab yang memiliki arti perang melawan sekutu. Penamaan tersebut didasarkan pada musuh kaum muslim yang berupa pasukan sekutu. Pasukan Sekutu terdiri dari Bani Quraidzah, Bani Nadhir, kaum Ghathafan serta kaum Quraisy.

Baca juga: Perang As Sawiq

Latar Belakang

Terdapat beberapa latar belakang pecahnya Perang Khandaq, yaitu: 

  1. Popularitas agama Islam di Madinah mengancam eksistensi dari ajaran Yahudi dan agama kaum Quraisy di Jazirah Arab
  2. Kaum Ghathafan ingin kembali melakukan monopoli perdagangan di wilayah kota Madinah
  3. Keinginan dari pasukan Sekutu untuk membalaskan dendam akibat kekalahan dalam perang-perang sebelumnya

Jalannya Perang

Perang Khandaq melibatkan dua kekuatan besar pasukan muslim dan pasukan sekutu Yahudi dan Quraisy.

Dalam perang ini pasukan muslim berjumlah 3.000 orang dan pasukan sekutu berjumlah 10.000 orang. Pasukan muslim Madinah dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW, sedangkan pasukan sekutu dipimpin oleh Abu Sufyan.

Dalam buku Manajemen Strategi Peperangan Rasulullah SAW  (2007) karya Yuana Ryan, Sebelum perang berlangsung, pasukan muslim terlebih dahulu melakukan musyawarah untuk menentukan strategi menghadapi kekuatan besar dari pasukan sekutu.

Baca juga: Perang Uhud: Latar Belakang dan Kronologi Peristiwa

Pasukan muslim menerapkan strategi parit yang diusulkan Salman al Farisi untuk menghadapi kekuatan besar pasukan sekutu.

Pembuatan parit dilakukan oleh Nabi Muhammad dan masyarakat Madinah di sebelah utara kota selama enam hari. Selain itu, Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk mengamankan wanita, anak-anak dan orang tua dalam benteng selama perang berlangsung.

Pasukan sekutu terkepung

Pada 31 Maret 627 Masehi, pasukan sekutu pimpinan Abu Sufyan tiba di Madinah. Mereka dikejutkan dengan parit-parit yang ada di sekeliling Madinah. Pasukan Abu Sufyan yang mengandalkan pasukan kavaleri (berkuda) tidak bisa berbuat banyak menghadapi parit buatan pasukan muslim.

Pengepungan pasukan sekutu terhadap pasukan muslim Madinah terjadi selama 27 hari. Hingga hari terakhir mereka gagal menemukan cara yang efektif untuk membawa pasukan menembus parit Madinah.

Hanya beberapa orang saja yang mampu menembus parit Madinah, salah satunya adalah Amr bin Wadd. Amr bin Wadd adalah pejuang tangguh dari pasukan sekutu yang kekuatannya disetarakan dengan 100 orang.

Baca juga: Perang Bani Nadhir: Latar Belakang dan Kronologinya

Setelah mampu melewati parit, Amr bin Wadd berduel dengan Ali bin Abi Thalib. Duel antara keduanya berlangsung sengit, namun Ali bin Abi Thalib berhasil memenangkannya.

Kekalahan Amr bin Wadd membuat pihak sekutu memutuskan untuk kembali ke Mekkah dengan membawa kekalahan di pihak mereka.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X