Muso, Pimpinan Pemberontakan PKI di Madiun

Kompas.com - 30/06/2020, 15:00 WIB
Yanto Eko Cahyono, warga Kabupaten Bantul, Yogyakarta menunjuk nama kakeknya, Insp Pol Suparbak yang terukir di Monumen Kresek (Monumen kekejaman pembantaian PKI) yang berada di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (0/10/2019). Yanto bersama istrinya mencari keberadaan makam kakeknya, Insp Pol Suparbak yang menjadi korban pembantaian PKI tahun 1948 di Madiun. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIYanto Eko Cahyono, warga Kabupaten Bantul, Yogyakarta menunjuk nama kakeknya, Insp Pol Suparbak yang terukir di Monumen Kresek (Monumen kekejaman pembantaian PKI) yang berada di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (0/10/2019). Yanto bersama istrinya mencari keberadaan makam kakeknya, Insp Pol Suparbak yang menjadi korban pembantaian PKI tahun 1948 di Madiun.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Bangsa Indonesia mengalami beberapa pergolakan besar setelah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Salah satu pemberontakan yang terjadi adalah pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun, Jawa Timur pada September 1948.

Pemberontakan tersebut merupakan pemberontakan besar pertama setelah Indonesia merdeka.

Dalam pemberontakan tersebut, ingin mengganti ideologi Pancasila dan membentuk Republik Soviet Indonesia.

Pemimpin pemberontakan PKI di Madiun adalah Muso.

Baca juga: Seputar G30S/ PKI (2): Apa Sih Bedanya PKI, Sosialisme, Komunisme, Marxisme, dan Leninisme?

Membangkitkan PKI

Dalam buku Madiun 1948: PKI Bergerak (2011) karya Harry A. Poeze, Muso merupakan salah satu pemimpin PKI di awal 1920.

Pada 3 Agustus 1948, Muso kembali ke Indonesia setelah menetap di Moskow, Uni Soviet sejak 1926. Pada 10 Agustus, menuju dan menginap di Solo kediaman Wikana (gubernur militer).

Kedatangan Muso ke Indonesia adalah pembawa amanat Moskow sejak berangkat ke Uni Soviet. Atas intruksi Moskow, ia mendirikan PKI muda.

Muso dikenal sebagai orang yang bersifat otoriter dan tidak sabar.

Bagi Moskow, justru sifat itulah yang diutamakan. Maka dengan kepulangannya itu, ia bisa memperkirakan perlawanan dari kalangan kawan-kawan sehaluannya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Burung Bisa Terbang Saat Hujan?

Apakah Burung Bisa Terbang Saat Hujan?

Skola
Reaksi Tubuh Jika Tidak Sengaja Menelan Permen Karet

Reaksi Tubuh Jika Tidak Sengaja Menelan Permen Karet

Skola
Pengertian Teks Prosedur dan Contohnya

Pengertian Teks Prosedur dan Contohnya

Skola
Sejarah Hagia Sophia

Sejarah Hagia Sophia

Skola
Nama-nama Bulan dalam Bahasa Inggris

Nama-nama Bulan dalam Bahasa Inggris

Skola
Lobster, dari Makanan Penjara sampai Hidangan Orang Kaya

Lobster, dari Makanan Penjara sampai Hidangan Orang Kaya

Skola
Siapakah Marie Antoinette yang Dikenal Madame Déficit?

Siapakah Marie Antoinette yang Dikenal Madame Déficit?

Skola
Jumlah Penduduk Dunia 2020

Jumlah Penduduk Dunia 2020

Skola
Sejarah Hari Populasi Dunia

Sejarah Hari Populasi Dunia

Skola
Perbedaan Teks Berita dengan Teks Nonberita

Perbedaan Teks Berita dengan Teks Nonberita

Skola
Nama-nama Hari dalam Bahasa Inggris

Nama-nama Hari dalam Bahasa Inggris

Skola
Faktor Penyebab Terjadinya Migrasi

Faktor Penyebab Terjadinya Migrasi

Skola
Mobilitas Penduduk: Pengertian dan Jenisnya

Mobilitas Penduduk: Pengertian dan Jenisnya

Skola
Gerak Tropisme pada Tumbuhan

Gerak Tropisme pada Tumbuhan

Skola
Kerajaan Jawa dan Kekuatan Bangsa Eropa

Kerajaan Jawa dan Kekuatan Bangsa Eropa

Skola
komentar
Close Ads X