Kompas.com - 01/02/2020, 06:00 WIB
ilustrasi hujan buatan shutterstock.comilustrasi hujan buatan

KOMPAS.com - Hujan merupakan peristiwa fenomena alam yang sering terjadi. Hujan buatan merupakan salah satu dari jenis hujan yang dibuat oleh manusia.

Dilansir dari situs resmi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, hujan buatan ditujukan untuk membantu krisis di bidang sumber data air karena iklim dan cuaca.

Hujan buatan pada umumnya memberikan rangsangan ke dalam awan. Rangsangan tersebut untuk memproses terjadinya hujan di awan lebih cepat, dibandingkan dengan proses alami.

Sebelum melakukan proses hujan buatan, dilakukan beberapa persiapan terlebih dahulu, seperti koordinasi dan persiapan teknis.

Persiapan teknis yang dimaksud adalah memodifikasi pesawat agar bisa melakukan sistem delivery atau menghantarkan bahan kimia ke awan.

Baca juga: Proses Terjadinya Hujan

Proses terjadinya hujan buatan

Proses terjadinya hujan buatanshutterstock.com Proses terjadinya hujan buatan
Dilansir dari Live Science, terdapat beberapa tahap untuk membuat hujan buatan, di antaranya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Hujan buatan bisa terjadi dengan menaburkan zat glasiogenik seperti argentium iodida atau perak iodida.
  • Penaburan bahan kimia tersebut dilakukan pada ketinggian 4.000-7.000 kaki dengan mempertimbangkan faktor arah angin dan kecepatan angin.
  • Penaburan bahan juga dilakukan pada saat pagi hari. Hal ini karena biasanya awan hujan alami terjadi pada pagi hari.
  • Selain zat glasiogenik, juga bisa menggunakan bahan kimia lain eperti zat higroskopis seperti garam, CaC12, dan urea.
  • Garam dan CaC12 ditaburkan ke awan yang ada di langit dengan pesawat terbang, kecuali urea.
  • Setelah ditaburkan, bahan kimia tersebut akan memengaruhi awan untuk berkondensasi dan membentuk awan yang lebih besar dan mempercepat terjadinya hujan.
  • Setelah garam atau CaC12 yang berhasil membuat awan berkondensasi, taburkan bubuk urea. Urea ini membantu dalam pembentukan awan besar dan berwarna abu-abu.
  • Urea ditaburkan pada siang hari.
  • Setelah awan hujan terbentuk, larutan bahan kimia kemudian ditaburkan kembali. Larutan tersebut adalah air, urea, dan amonium nitrat. Larutan ini untuk mendorong awan hujan membentuk butir air.

Dampak positif hujan buatan

Hujan buatan tentu memberikan dampak positif, terlebih pada saat kemarau panjang. Selain itu manfaat lain hujan buatan adalah:

  • Dapat mengatasi kekeringan
  • Dapat mengatasi masalah kabut asap akibat kebakaran hutan
  • Dapat dimanfaatkan untuk memadamkan api pada kebakaran hutan yang cakupannya luas.
  • Dapat membantu pengisian air waduk atau danau untuk keperluan irigai, pembangkit listrik tenaga air, dan lainnya.

Baca juga: Mengenal Hujan Zenithal

Dampak negatif hujan buatan

Disamping dampak positif, hujan buatan ternyata juga memiliki dampak negatif, di antaranya:

  • Jika tidak diperhitungkan takarannya, bahan kimia yang digunakan untuk hujan buatan bisa menimbulkan hujan asam dan berbahaya bagi yang terkena airnya.
  • Bisa menimbulkan pencemaran tanah, karena hujan buatan biasanya mengandung garam dalam jumlah yang banyak.
  • Dapat mengakibatkan banjir jika tidak tepat sasaran
  • Dapat merubah siklus hidrologi yang akan membahayakan pasokan air tanah di musim kemarau
  • Dapat menimbulkan kerugian materi yang cukup besar jika hujan turun dari hasil hujan buatan yang tidak tepat sasaran.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X