Kompas.com - 23/01/2020, 14:00 WIB
Ilustrasi Pasar Tradisional KOMPAS/LASTI KURNIAIlustrasi Pasar Tradisional

KOMPAS.com - Ekonomi mikro memberikan pengaruh dalam pengambilan keputusan dalam hal penawaran dan permintaan barang atau jasa.

Ilmu ekonomi mikro adalah ilmu yang membahas tentang peran individu pelaku ekonomi. Bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan. Serta berinteraksi di dalam pasar.

Diambil dalam buku Ekonomi Mikro (2017) karya Sigit Sardjono, berikut contoh penerapan ekonomi mikro yang juga ada di Indonesia, di antaranya:

Permintaan dan penawaran

Berikut penjelasan dari contoh ekonomi mikro di bidang permintaan dan penawaran:

  • Permintaan

Permintaan merupakan jumlah barang dan jasa yang diminta. Selain itu juga mampu dibeli oleh konsumen dalam tingkat harga pada waktu tertentu.

Ketika ada permintaan, di saat harga barang dan jasa tinggi, maka semakin turun jumlah permintaan terhadap barang dan jasa tersebut.

Baca juga: Ekonomi Makro: Pengertian, Tujuan, dan Ruang Lingkupnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun sebaliknya, jika harga barang dan jasa rendah, semakin tinggi permintaan konsumen terhadap barang dan jasa.

Sehingga disimpulkan, pelaku yang melakukan permintaan terhadap barang dan jasa merupakan konsumen.

Permintaan dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:

  1. Harga barang tersebut
  2. Tingkat pendapatan konsumen
  3. Harga barang lain yang berkaitan
  4. Perkiraan harga
  5. Keinginan konsumen
  • Penawaran

Penawaran adalah jumlah dan jasa yang tersedia untuk dijual atau ditawarkan kepada pihak produsen atau penjual dengan berbagai tingkat harga dan pada waktu tertentu.

Dalam teori ini, semakin tinggi harga maka semakin naik jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah harga maka semakin turun jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.

Dalam kegiatan ini yang melakukan kegiatan penawaran adalah produsen. Penawaran dipengaruhi oleh:

  1. Harga barang tersebut
  2. Biaya produksi
  3. Teknologi yang digunakan
  4. Perkiraan harga di masa depan

Perilaku konsumen dan produsen

Perilaku konsumen merupakan perilaku dalam segala aktivitas dan proses yang dilalui oleh seseorang dalam pemilihan, pencarian, pembelian, dan penggunaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan.

Baca juga: Ekonomi Makro di Indonesia dan Pengaruhnya Terhadap Bisnis

Perilaku konsumen terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Konsumen rasional, yang mengedepankan aspek konsumsi utama. Misalnya hanya membeli produk utama saja.
  • Konsumen irasional, yang mengedepankan aspek lebih dari kebutuhan karena beberapa hal. Misalnya terpengaruh iklan, promosi, dan diskon.

Perilaku produsen adalah upaya, proses, dan aktivitas untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan oleh pasar dan menghasilkan keuntungan.

Contoh perilaku produsen, sebagi berikut:

  • Perusahaan melakukan pencampuran bahan baku dan bahan tambahan untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
  • Perusahaan memberikan potongan harga untuk barang atau jasa dengan tujuan meningkatkan minat konsumen.
  • Perusahaan melakukan pemasaran atas barang atau jasa agar konsumen tertarik untuk membelinya.
  • Perusahaan memberikan failitas cicilan atau kredit atas pembelian barang atau jasa, sehingga konsumen merasa ringan dalam pembayaran atas pembelian barang atau jasa tersebut.

Harga

Harga biasanya berhubungan dengan suatu nilai barang dan diwujudkan dengan uang. Harga adalah salah satu unsur dalam pemasaran yang menghasilkan keuntungan.

Fungsi harga sebagai satuan atau alat ukur nilai suatu barang dan jasa. Perubahan harga ditentukan dengan kondisi ekonomi, penentuan harga, kurva permintaan, dan biaya.

Biaya

Biaya sebagai pengorbanan yang dilakukan perusahaan atau seseorang untuk memperoleh lebih banyak manfaat dari berbagai aktivitas yang dilakukan.

Biaya juga dapat memengaruhi terjadinya perubahan harga.

Baca juga: Sertifikasi Produk Halal untuk Usaha Mikro Kecil Akan Digratiskan

Dalam ekonomi, biaya sering disebut cost karena biaya yang dikeluarkan dengan tujuan output yang dihasilkan sesuai dengan target.

Biaya terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Biaya tetap (fixed cost)

Biaya yang jumlah totalnya tetap dan tidak berubah sedikitpun walaupun jumlah kapasitas produksi berubah-ubah. Misalnya biaya sewa gedung, asuransi, dan lainnya.

  • Biaya variabel (variabel cost)

Biaya yang berubah secara proposional dengan perubahan volume kegiatan produksi.

Biaya ini berkaitan dengan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan keuntungan. Semakin tinggi volume kegiatan produksi maka biaya akan semakin tinggi. Sebaliknya, rendahnya volume maka biaya semakin naik.

  • Biaya semi variabel

Biaya yang terdapat di antara elemen biaya tetap dan varabel. Biaya semi variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, namun tidak sebanding.

Misalnya biaya listrik, air, telepon, dan lainnya.

Pasar

Pasar merupakan tempat di mana penjual dan pembeli bertemu serta melakukan transaksi jual beli.

Namun, pasar zaman sekarang tidak hanya berkaitan dengan bentuk fisik, melainkan bisa secara daring.

Pasar memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  1. Menetapkan nilai
  2. Mengatur produksi
  3. Mendistribusikan produksi
  4. menyediakan barang dan jasa untuk masa depan

Jenis pasar dalam ekonomi mikro terbagi dalam empat jenis, yaitu:

  • Pasar persaingan sempurna

Pasar persaingan murni di mana transkasi hanya dilakukan atas permintaan dan penawaran suatu barang atau jasa. Ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Banyak penjual dan pembeli
  2. Barang yang dijual belikan bersifat homogen
  3. Harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran
  4. Semua faktor produksi bebas masuk dan keluar
  5. Tidak ada campur tangan pemerintah

Baca juga: Rupiah Ditutup Melemah Terdorong Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

  • Pasar monopoli

Pasar di mana seluruh penawaran atas suatu barang atau jasa dikuasai oleh salah satu penjual atau produsen. Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Hanya ada satu penjual sebagai pengambil keputusan harga
  2. Jenis barang hanya sejenis
  3. Produsen lain tidak ada yang mampu bersaing
  4. Produsen lain tidak bisa masuk ke dalam pasar karena hambatan
  • Pasar persaingan monopolistik

Pasar dengan banyak penjual yang menghasilkan barang dengan berbeda jenis. Ciri-ciri pasarnya sebagai berikut:

  1. Banyak penjual dan pembeli
  2. Barang yang diperjualbelikan sejenis, namun berbeda corak
  3. Adanya peluang bersaing dalam keanekaragaman barang
  • Pasa oligopoli

Pasar yang terdiri dari beberapa penjual untuk suatu barang tertentu, sehingga antara penjual yang satu dengan yang lainnya dapat memengaruhi harga. Ciri-cirinya adalah:

  1. Terdapat sedikit penjual
  2. Barang yang dihasilkan dan dijualbelikan berstandar
  3. Peran iklan sangat besar
  4. Terdapat rintangan yang menyebabkan produsen lain sulit memasuki pasar.
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.