Kompas.com - 10/12/2019, 15:21 WIB
Peta Asia Tenggara Insulae Indiae Orientalis karya kartografer Jodocus Hondius terbit 1606. Dalam peta ini Hondius membuat catatan berlabuhnya Francis Drake di Cilacap, menandai berakhirnya teka-teki rupa pesisir selatan Jawa, juga bentuk sesungguhnya pulau itu. Jodocus Hodius/Wikimedia CommonsPeta Asia Tenggara Insulae Indiae Orientalis karya kartografer Jodocus Hondius terbit 1606. Dalam peta ini Hondius membuat catatan berlabuhnya Francis Drake di Cilacap, menandai berakhirnya teka-teki rupa pesisir selatan Jawa, juga bentuk sesungguhnya pulau itu.

KOMPAS.com - ASEAN atau asosiasi negara-negara Asia Tenggara, secara astronomis terletak 28°LU–11°LS dan 93°BT–141°BT.

Letak ini berpengaruh terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat di ASEAN.

Dari situs resmi ASEAN, berikut Kompas.com rangkum pengaruh letak astronomi terhadap karakteristik dan kehidupan masyarakatnya:

Cuaca dan iklim

Lokasi geografis di sekitar garis ekuator atau garis khatulistiwa ini membuat seluruh negara-negara di Asia Tenggara beriklim tropis dan subtropis.

Di iklim tropis, hanya ada dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Musim dipengaruhi oleh angin muson atau monsoon yang berganti setiap setengah tahun sekali.

Baca juga: Letak Geografis dan Batas Wilayah ASEAN

Angin muson timur membawa musim kemarau di bulan Mei sampai September, sedangkan muson barat membawa musim hujan di bulan November sampai Maret.

Dengan adanya musim hujan, negara-negara di ASEAN mendapat curah hujan yang tinggi. Rata-rata satu tahunnya 1.500 milimeter. Banyak wilayah yang curahnya dua hingga tiga kali lipat angka itu.

Keanekaragaman hayati

Karena beriklim sama, ASEAN relatif punya kekayaan alam yang sama.

Wilayah ASEAN menguasai empat titik keanekaragaman hayati.

Tiga dari 17 negara paling beragam di dunia adalah anggota ASEAN. Mereka adalah Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Baca juga: Bukti Kekayaan Hayati, 115 Spesies Baru Ditemukan di Asia Tenggara

Halaman:

Sumber ASEAN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keunikan Kujang, Senjata Tradisional Jawa Barat

Keunikan Kujang, Senjata Tradisional Jawa Barat

Skola
Beragam Senjata Tradisional Khas Jakarta

Beragam Senjata Tradisional Khas Jakarta

Skola
Mengenal Senjata Tradisional Banten

Mengenal Senjata Tradisional Banten

Skola
Senjata Tradisional Khas Jawa Timur

Senjata Tradisional Khas Jawa Timur

Skola
Senjata Tradisional Jawa Tengah dan Yogyakarta

Senjata Tradisional Jawa Tengah dan Yogyakarta

Skola
Keunikan Keris Tumbuk Lada, Senjata Khas Jambi

Keunikan Keris Tumbuk Lada, Senjata Khas Jambi

Skola
3 Senjata Tradisional Aceh

3 Senjata Tradisional Aceh

Skola
4 Alat Musik Daerah Sulawesi Barat

4 Alat Musik Daerah Sulawesi Barat

Skola
Senjata Tradisional Sumatera Utara

Senjata Tradisional Sumatera Utara

Skola
Guoto, Alat Musik Daerah Papua Barat

Guoto, Alat Musik Daerah Papua Barat

Skola
3 Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan

3 Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan

Skola
Alat Musik Kangkuang, Kalimantan Barat

Alat Musik Kangkuang, Kalimantan Barat

Skola
Ladolado, Alat Musik Khas Sulawesi Tenggara

Ladolado, Alat Musik Khas Sulawesi Tenggara

Skola
Devils Hole Pupfish, Ikan Kecil Penghuni Death Valley

Devils Hole Pupfish, Ikan Kecil Penghuni Death Valley

Skola
Siapa dan Bagaimana Kamus Dibuat?

Siapa dan Bagaimana Kamus Dibuat?

Skola
komentar
Close Ads X