Kompas.com - 05/10/2022, 12:05 WIB

KOMPAS.com - Kungkang adalah hewan mamalia arboreal yang berasal dari Hutan Hujan Amerika Selatan. Nama kungkang atau sloth berasal dari ciri khasnya yang selalu bergerak lambat.

Dengan lengan panjang dan tubuh berbulu, mereka menyerupai monyet, tetapi kungkang sebenarnya berkerabat dengan armadillo dan trenggiling.

Baca juga: Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Kungkang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan hidup menggantung terbalik di pohon-pohon hutan hujan, dengan gerakan-gerakan lambatnya yang khas.

Bukan hanya gerakannya yang lambat, rupanya sistem pencernaan kungkang juga lambat. Saat makan daun-daunan, kungkang membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk dapat mencerna sepenuhnya.

Ciri-ciri kungkang

Kungkang modern berukuran relatif kecil, dan sebagian besar panjangnya sekitar 0,61 m hingga 0,8 meter dengan berat sekitar 3,6 -7,7 kilogram. Mereka memiliki mata dan telinga yang kecil, dan hanya beberapa varietas yang memiliki ekor.

Selain gerakannya yang lambat, ciri khas lain kungkang adalah bulunya yang lebat seperti mantel berwarna coklat atau abu-abu, yang memenuhi hampir seluruh bagian tubuhnya.

Harapan hidup rata-rata di alam liar berkisar antara 10 dan 20 tahun, sementara hewan kungkang di penangkaran dapat hidup hingga 40 tahun.

Baca juga: Tak Hanya Makan Dedaunan, Kungkang Purba Ternyata Juga Nikmati Daging

Kungkang Kungkang

Dua jenis kungkang

Melansir laman All Things Nature, ada beberapa spesies kungkang, tapi umumnya mereka dibedakan menjadi dua jenis, yaitu yang memiliki dua cakar atau tiga cakar di kaki depan mereka.

Keduanya sangat mirip dalam penampilan, memiliki kepala bulat, mata sedih, telinga kecil, dan ekor gemuk.

Kungkang berjari dua biasanya bergerak sedikit lebih cepat dan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk menggantung terbalik di pohon daripada sepupunya yang berjari tiga, yang sering duduk tegak di cabang cabang pohon.

Sementara, kungkang berjari tiga cenderung berukuran sedikit lebih besar dan memiliki wajah yang membuat mereka terlihat seperti selalu tersenyum.

Kungkang berjari tiga juga memiliki dua tulang belakang leher ekstra, yang memungkinkan mereka untuk memutar kepalanya dengan mudah.

Meski gerakannya dikenal lambat, ketika dalam kondisi terpojok menghadapi pemangsa, seperti elang perampas atau jaguar, kungkang bisa secara cepat menggunakan cakarnya yang panjang untuk mencegah serangan. Hal itu membuat kungkang seringkali mampu menyelamatkan diri dari pemangsa.

Baca juga: Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.