Kompas.com - 10/05/2021, 19:03 WIB
Ilustrasi simpanse ShutterstockIlustrasi simpanse

KOMPAS.com - Menurut data WHO, diperkirakan 17 juta orang meninggal karena penyakit jantung setiap tahunnya, terutama serangan jantung dan stroke.

Setiap 40 detik, seseorang di A.S. mengalami serangan jantung, yang berjumlah sekitar 805.000 serangan jantung setiap tahun.

Tentu saja statistik ini hanya berlaku untuk manusia. Lalu, bagaimana dengan hewan? Apakah hewan juga mengalami penyakit jantung yang melemahkan dan berpotensi mematikan ini?

Melansir Live Science, sebagian besar hewan tidak mengalami serangan jantung - bahkan salah satu kerabat terdekat manusia yang masih hidup, simpanse (Pan troglodytes).

Baca juga: Nyeri Dada Tak Selalu Serangan Jantung

Hewan biasanya mengalami masalah jantung lain, tetapi sejauh yang diketahui para ilmuwan, serangan jantung jarang terjadi pada makhluk selain manusia.

Menurut Philip Gordts, asisten profesor yang mempelajari penyakit jantung di University of California, San Diego (UCSD), secara umum, hewan tidak mati secara alami akibat serangan jantung, seperti yang biasa Anda lihat adanya penyumbatan arteri koroner pada manusia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apa itu serangan jantung?

Serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah yang mendistribusikan darah beroksigen ke jantung tersumbat dan sepotong jaringan jantung mati karena kekurangan oksigen,” kata Flavio Fenton, seorang profesor Fisika di Institut Teknologi Georgia yang mempelajari aspek kelistrikan pada jantung manusia dan spesies hewan lainnya.

Ketika sepotong jantung mati, ia tidak dapat berkontraksi dan juga gagal menyebarkan gelombang listrik yang bergerak ke seluruh bagian jantung yang memerintahkannya untuk berkontraksi.

Hal itu dapat menyebabkan jantung berhenti, yang kemudian akan menyebabkan kematian, kecuali jika ada intervensi, seperti dilakukannya CPR atau resusitasi jantung paru-paru.

"Semua jantung mamalia sangat mirip. Jadi, kebanyakan jantung mamalia, pada prinsipnya, bisa mengalami serangan jantung," kata Fenton.

Sementara itu, menurut Oakland Veterinary Referral Service, di Bloomfield Hills, Michigan, meski secara teoritis serangan jantung pada hewan bisa terjadi, faktanya sebagian besar tidak dmeikian. Misalnya, serangan jantung sangat jarang terjadi pada anjing.

Bahkan simpanse di penangkaran, yang tidak hanya berkerabat dekat dengan manusia, tetapi juga memiliki faktor risiko yang sama untuk penyakit jantung, seperti tidak aktif secara fisik dan kadar kolesterol tinggi, mengalami serangan jantung, seperti yang diungkap pasangan suami-istri UCSD Dr. Nissi Varki dan Dr. Ajit Varki dalam makalah tahun 2009 di jurnal Evolutionary Applications.

Selai itu, menurut makalah yang sama, hewan pengerat dan kelinci juga tidak rentan terhadap aterosklerosis, penumpukan lemak, kolesterol dan zat lain di dinding arteri.

Bahkan pada hewan pengerat dan kelinci yang dimodifikasi secara genetik untuk memiliki kolesterol tinggi dan lipid darah untuk tujuan menginduksi aterosklerosis dan penyakit manusia lainnya, serangan jantung tetap jarang terjadi.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Beda Gejala Serangan Jantung dan Serangan Panik

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X