Kompas.com - 22/04/2021, 07:03 WIB

KOMPAS.com - Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati lahirnya Hari Bumi atau Earth Day.

Hari Bumi berangkat dari gerakan lingkungan modern pada tahun 1970.

Kala itu, penggagas Hari Bumi menyuarakan kesadaran publik tentang keadaan planet kita.

Dilansir laman resmi Earth Day, Hari Bumi dicanangkan oleh pengajar lingkungan di AS Gaylord Nelson pada 1970.

Baca juga: Hari Bumi, 6 Foto Memilukan Bukti Plastik Bahayakan Planet Ini

Disebutkan, pada tahun 1960-an sampai 1970-an, Amerika Serikat mengalami gejolak ekonomi dan politik.

Masyarakat AS mengisap gas bertimbal dalam jumlah besar karena pabrik-pabrik menghasilkan asap dan lumpur yang tak terkontrol.

Polusi udara di mana-mana. Namun saat itu, masih banyak orang yang belum sadar akan masalah lingkungan dan dampaknya pada kesehatan manusia.

Akhirnya pada 1962, Rachel Carson menerbitkan buku berjudul Silent Spring yang menyoroti masalah lingkungan, terutama bahaya pestisida di pedesaan Amerika.

Buku tersebut mewakili momen pencemaran lingkungan dan membantu meningkatkan kesadaran publik terhadap organisme hidup, lingkungan, dan dampaknya pada kesehatan. 500.000 ekslempar habis terjual di 24 negara.

Gerakan lingkungan modern

Pada Januari 1969, mulai muncul banyak aktivis lingkungan. Terlebih mereka menyaksikan kerusakan akibat tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.

Ini termasuk Senator Gaylord Nelson yang sudah mengkhawatirkan memburuknya lingkungan di AS sejak lama.

Dilansir History, Nelson terpilih menjadi Senat AS pada 1962. Dia memiliki misi untuk meyakinkan pemerintah federal bahwa Bumi dalam bahaya.

Di saat banyak masyarakat Amerika yang tidak mengenal istilah daur ulang, pada 1969 Nelson memimpin gerakan lingkungan modern dan mengembangkan gagasan tentang Hari Bumi.

Gerakan ini terinspirasi dari gerakan mahasiswa anti-perang Vietnam yang ada di kampus-kampus AS. Nelson ingin menerapkan semangat yang sama untuk menyadarkan publik akan polusi udara dan air.

Nelson mengumumkan konsep Hari Bumi pada sebuah konferensi di Seattle, pada musim gugur tahun 1969. Dia mengundang seluruh masyarakat untuk terlibat.

"Jaringan komunikasi berkawat membawa cerita dari pantai ke pantai. Responsnya sangat menarik. Telegram, surat, dan telepon berdatangan dari seluruh negeri," kenang Nelson seperti diberitakan History.

"Rakyat Amerika akhirnya memiliki forum untuk mengungkap keprihatinannya tentang apa yang terjadi di tanah, sungai, danau, udara."

Denis Hayes, seorang aktivis muda yang pernah menjabat sebagai presiden mahasiswa di Universitas Stanford, terpilih sebagai koordinator nasional Hari Bumi, dan dia bekerja dengan pasukan sukarelawan mahasiswa dan beberapa anggota staf dari kantor Senat Nelson untuk mengatur proyek tersebut.

Baca juga: Hari Bumi, Begini Perubahan Planet Kita dalam 20 Tahun dari Antariksa

“Hari Bumi berhasil karena respons spontan di tingkat akar rumput. Kami tidak punya waktu atau sumber daya untuk mengorganisir 20 juta demonstran dan ribuan sekolah dan komunitas lokal yang berpartisipasi. Itu adalah hal yang luar biasa tentang Hari Bumi. Itu mengatur dirinya sendiri," kata Nelson.

Pada Hari Bumi pertama pada 22 April 1970, aksi unjuk rasa diadakan di Philadelphia, Chicago, Los Angeles dan sebagian besar kota Amerika lainnya.

Sejak saat itu, Hari Bumi terus diperingati hingga hari ini dan kampanye dilakukan di seluruh dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Objek Terbesar di Tata Surya?

Apa Objek Terbesar di Tata Surya?

Oh Begitu
Bagaimana Cara Ikan Koi Berkembang Biak?

Bagaimana Cara Ikan Koi Berkembang Biak?

Oh Begitu
Monster Laut Bermuka Buaya Ditemukan 25 Tahun Lalu, Seperti Apa?

Monster Laut Bermuka Buaya Ditemukan 25 Tahun Lalu, Seperti Apa?

Fenomena
Apa Saja Ciri-ciri Bulan?

Apa Saja Ciri-ciri Bulan?

Oh Begitu
Telapak Tangan Selalu Berkeringat? Bisa Jadi Gejala Hiperhidrosis

Telapak Tangan Selalu Berkeringat? Bisa Jadi Gejala Hiperhidrosis

Oh Begitu
Virus Baru Mirip Penyebab Covid-19 Ditemukan di Kelelawar Rusia

Virus Baru Mirip Penyebab Covid-19 Ditemukan di Kelelawar Rusia

Fenomena
Kenapa Petai Bau? Ini Penjelasannya

Kenapa Petai Bau? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Mengapa Puffin Kini Terancam Punah?

Mengapa Puffin Kini Terancam Punah?

Oh Begitu
Mengenal Edible Flower, Bunga Cantik yang Bisa Dimakan dan Baik untuk Kesehatan

Mengenal Edible Flower, Bunga Cantik yang Bisa Dimakan dan Baik untuk Kesehatan

Oh Begitu
Kuda Poni Makan Apa?

Kuda Poni Makan Apa?

Oh Begitu
Air Ditemukan di Debu Asteroid, Beri Petunjuk Asal Usul Kehidupan Bumi

Air Ditemukan di Debu Asteroid, Beri Petunjuk Asal Usul Kehidupan Bumi

Fenomena
Bagaimana Cara Trenggiling Berkembang Biak?

Bagaimana Cara Trenggiling Berkembang Biak?

Oh Begitu
Dampak Letusan Gunung Tonga Bisa Hangatkan Bumi

Dampak Letusan Gunung Tonga Bisa Hangatkan Bumi

Fenomena
Terbuat dari Apa Darah Manusia?

Terbuat dari Apa Darah Manusia?

Kita
3 Manfaat Rambutan Menurut Sains

3 Manfaat Rambutan Menurut Sains

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.