Kompas.com - 16/09/2020, 20:02 WIB
Ilustrasi otak Ilustrasi otak

KOMPAS.com - Ilmuwan di Johns Hopkins Medicine menggunakan pemindaian MRI dan pemodelan komputer untuk menentukan lebih lanjut area otak manusia yang mengatur upaya dalam mengatasi kelelahan.

Magnetic Resonance Imaging (MRI) otak adalah merupakan pemeriksaan yang paling umum digunakan untuk mendeteksi adanya tumor otak dan mendiagnosa kanker otak.

Pemeriksaan ini bekerja dengan menempatkan pasien pada medan magnet dan menggunakan energi gelombang radio untuk mengambil gambar dari otak di dalam kepala.

Penemuan ini dapat memajukan perkembangan perilaku dan strategi lain yang meningkatkan kinerja fisik pada orang sehat, dan juga menjelaskan mekanisme saraf yang berkontribusi pada kelelahan pada orang dengan depresi, multiple sclerosis dan stroke.

Baca juga: Peneliti Temukan Gen di Otak yang Memengaruhi Libido Pria

 

Tim Chib mengkonfirmasi temuannya bahwa aktivitas otak ketika peserta memilih di antara dua opsi tampaknya meningkat pada semua peserta di area otak yang dikenal sebagai insula.

"Kami mengetahui proses fisiologis yang terlibat dalam kelelahan, seperti pembentukan asam laktat di otot, tetapi kami sangat sedikit mengetahui tentang bagaimana perasaan lelah diproses di otak." kata Vikram Chib, Ph.D, asisten profesor teknik biomedis di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins dan ilmuwan penelitian di Institut Kennedy Krieger.

Penelitian ini ingin mengetahui juga bagaimana otak memutuskan seberapa banyak dan upaya apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kelelahan. 

Baca juga: Peneliti Ungkap Latihan Otak Bisa Mencegah Mabuk Perjalanan

 

Dengan menggunakan pemindaian fMRI, mereka mengamati lebih dekat korteks motorik otak saat para peserta kelelahan. Wilayah otak ini bertanggung jawab untuk mengerahkan upaya itu sendiri.

Untuk kasus tertentu, seperti penyakit epilepsi, tumor otak, dan stroke, dapat dilakukan tes bernama functional magnetic resonance imaging (fMRI), yaitu melihat gambaran keadaan otak dan aliran darah otak saat penderita melakukan kegiatan.

Pada dasarnya, tubuh manusia menyesuaikan diri dengan korteks motorik saat lelah.

Karena, jika otak terus mengirimkan lebih banyak sinyal ke otot untuk bertindak, kendala fisiologis akan mulai mengambil alih, misalnya, peningkatan asam laktat, yang berkontribusi pada lebih banyak kelelahan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X