Ahli Peringatkan, Hutan Amazon Bisa Jadi Sumber Virus Corona Berikutnya

Kompas.com - 17/05/2020, 10:01 WIB
Foto udara menunjukkan kobaran api yang melalap hutan di Kota Candeias do Jamari, Amazon, Brasil, Sabtu (24/8/2019). Kebakaran hutan Amazon menjadi sorotan dunia setelah api yang menjalar di paru-paru dunia itu mencapai 18.627 kilometer persegi tahun ini, dengan 76.720 kebakaran terjadi dari Januari-Agustus. AFP/GREENPEACE/VICTOR MORIYAMAFoto udara menunjukkan kobaran api yang melalap hutan di Kota Candeias do Jamari, Amazon, Brasil, Sabtu (24/8/2019). Kebakaran hutan Amazon menjadi sorotan dunia setelah api yang menjalar di paru-paru dunia itu mencapai 18.627 kilometer persegi tahun ini, dengan 76.720 kebakaran terjadi dari Januari-Agustus.

KOMPAS.com – Ahli ekologi memprediksikan virus corona selanjutnya bisa berasal dari hutan Amazon, dan mungkin akan jadi pandemi berikutnya.

Ahli ekologi asal Brasil, David Lapola, menyebutkan bahwa kemungkinan tersebut dianggap tinggi karena campur tangan manusia terhadap habitat hewan di hutan tersebut. Salah satunya adalah deforestasi.

Selain itu, urbanisasi pada kawasan hijau disebut berkontribusi terhadap munculnya penyakit zoonosis, yang ditransmisikan dari hewan kepada manusia.

Baca juga: Apa Itu Penyakit Zoonosis, Penyebab Rabies sampai Covid-19?

Lapola, yang mempelajari bagaimana aktivitas manusia membentuk ekosistem hutan tropis di masa mendatang, mengatakan bahwa proses timbulnya penyakit zoonosis ini sangat memungkinkan terjadi di Amazon.

“Amazon adalah reservoir yang besar untuk virus,” tutur Lapola kepada AFP, seperti dikutip dari Science Alert, Minggu (17/5/2020).

Terlebih lagi, hutan tropis terbesar sedunia tersebut sudah terkikis seiring waktu. Tahun lalu, deforestasi hutan Amazon di wilayah Brasil menghabiskan lebih dari 10.000 km2. Jumlah ini setara dengan luas ukuran Lebanon.

Seperti inilah citra satelit yang diperoleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yang memperlihatkan kepulan asap di hutan hujan tropis Amazon akibat kebakaran pada pertengahan Agustus ini.NASA Earth Observatory via Daily Mirror Seperti inilah citra satelit yang diperoleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yang memperlihatkan kepulan asap di hutan hujan tropis Amazon akibat kebakaran pada pertengahan Agustus ini.

Deforestasi terus berlanjut tahun ini. Dari Januari hingga April, lahan seluas 1.202 km2 terkikis. Jumlah ini mencatat rekor deforestasi terbanyak dalam waktu empat bulan, berdasarkan National Space Research Institute (INPE) Brasil.

Lapola menyebutkan ini merupakan hal yang sangat buruk, tak hanya bagi Bumi, tapi juga untuk kesehatan manusia.

“Ketika Anda menciptakan ketidakseimbangan ekologis, di situlah virus akan muncul,” tuturnya.

HIV, Ebola, Dengue

Lapola mengatakan pola yang sama bisa terlihat dari penyakit HIV, Ebola, dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X