Rahasia Alam Semesta: Apa yang Menyebabkan Fenomena Hujan Meteor?

Kompas.com - 29/04/2020, 08:02 WIB
Hujan meteor Lyrid 2013 Hujan meteor Lyrid 2013


KOMPAS.com - Pekan lalu, puncak hujan meteor lyrids melintasi Bumi. Fenomena alam ini sering terjadi dan kerap menghiasi langit malam.

Lantas, apa itu hujan meteor dan apa yang menyebabkan fenomena ini terjadi?

Hujan meteor terjadi ketika Bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari melewati puing-puing yang tersisa dari disintegrasi komet, seperti dilansir dari Scientific American, Selasa (28/4/2020).

Meskipun orbit Bumi di sekitar Matahari hampir melingkar, namun sebagian besar komet bergerak dalam orbit yang berbentuk elips memanjang.

Baca juga: Malam Ini, Saksikan Puncak Hujan Meteor Lyrids di Langit Indonesia

Akibatnya, beberapa komet memiliki orbit yang saling menyilang atau sebagian tumpang tindih dengan jalur orbit Bumi.

Karena inti komet terdiri dari kombinasi material es dan menyatu bebas dengan "sampah" yakni puing-puing material komet.

Ketika sebuah komet dipanaskan dengan cara mendekat pada Matahari, perlahan komet akan hancur, menghasilkan ekor seperti yang terlihat saat sebuah meteor jatuh.

Puing-puing batuan, sebagian besar terdiri dari partikel seukuran pasir, selanjutnya dalam orbit memanjang di sekitar Matahari dekat dengan komet induknya.

Saat Bumi saling silang di jalur orbit ini dalam perjalanan tahunannya, Bumi akan bertabrakan dengan puing-puing komet tersebut.

Kemudian puing-puing ini terbakar saat memasuki atmosfer Bumi, sehingga menghasilkan hujan meteor yang bisa dilihat jelas.

Baca juga: Komet Atlas, Lintang Kemukus yang Telah Betas di Tengah Pandemi Corona

Hujan meteor yang terkait dengan orbit komet tertentu dapat terjadi pada waktu yang hampir sama setiap tahun.

Sebab, pada titik-titik di orbit Bumi itulah akan terjadi tabrakan dengan puing-puing partikel benda langit tersebut.

Ilustrasi komet Ilustrasi komet

Namun, karena beberapa bagian jalur komet lebih kata akan puing-puing, maka kekuatan hujan meteor dapat bervariasi setiap tahunnya.

Biasanya fenomena hujan meteor akan lebih kuat, ketika Bumi melintasi jalur komet sesaat setelah komet induknya berlalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X