Dinosaurus Punah, Hanya Buaya yang Bertahan, Apa Rahasianya?

Kompas.com - 14/03/2020, 10:02 WIB
Ilustrasi buaya Thinkstockphotos.comIlustrasi buaya

KOMPAS.com - Kepunahan massal telah membinasakan dinosaurus, namun tidak dengan buaya. Memiliki garis keturunan hewan tertua yang masih hidup di Bumi, keberadaan buaya setidaknya telah ada hampir 100 juta tahun.

Buaya menjadi satwa tertua yang selamat dari dua peristiwa kepunahan massal yang pernah terjadi di planet ini. 

Pertama, peristiwa yang terjadi 66 juta tahun lalu, saat di mana asteroid menghantam planet yang memusnahkan dinosaurus.

Kedua, peristiwa kepunahan massal lain yang lebih kecil, terjadi sekitar 33 juta tahun lalu yang menghancurkan kehidupan di lautan.

Lalu, bagaimana buaya dapat melewati peristiwa ekstrim itu dan tetap eksis hingga sekarang?

Baca juga: Terancam Punah, 100 Buaya Gharial yang Unik Lahir di Nepal

Hingga kini, alasan di balik itu kurang dipahami. Dalam studi sebelumnya sempat menunjukkan beberapa faktor yang membuat buaya dapat bertahan hidup.

Di antaranya kemampuan buaya menahan lapar selama berbulan-bulan atau bertahan di musim dingin yang ekstrim.

Namun masih banyak hal lainnya yang belum diketahui soal kemampuan bertahan hidupnya.

Kini berdasarkan studi baru, kemampuan buaya untuk bertahan menghadapi berbagai kondisi itu terungkap, yakni pengasuhan serta reproduksi yang unik. Keunggulan tersebut dapat membantu buaya beradaptasi dengan perubahan iklim.

Baca juga: Jika Jupiter Lemparkan Komet ke Bumi, Kita Punah seperti Dinosaurus

Peneliti dari University of Bath, Inggris melakukan penyelidikan untuk mengetahui hal tersebut dengan mengamati hubungan biologi buaya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Newsweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
Kasus Syekh Puji Nikahi Anak 7 Tahun, Ini Tanggapan Psikolog Anak

Kasus Syekh Puji Nikahi Anak 7 Tahun, Ini Tanggapan Psikolog Anak

Oh Begitu
komentar
Close Ads X