Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bagaimana Kadaver Diawetkan?

Kadaver tidak bisa diperoleh sembarangan. Ada sejumlah syarat yang harus terpenuhi oleh jenazah agar bisa dimanfaatkan sebagai kadaver.

Selain itu, supaya pemanfaatannya dapat optimal, kadaver harus diawetkan secara baik pula. Bagaimana caranya?

Pengawetan sesuai tujuan pemanfaatan kadaver

Menurut pakar anatomi dari Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI), dr. Isabella Kurnia Liem, MBiomed, PhD, PA, pengawetan kadaver dilakukan sesuai dengan tujuan pengawetan.

Namun, guna memaksimalkan kemanfaatan kadaver, biasanya kadaver diawetkan untuk penggunaan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Pengawetan kadaver dilakukan di laboratorium anatomi, menggunakan cairan formalin dan zat-zat kimia pendukung lainnya.

“Segala yang melekat itu dilepaskan, bahkan rambut itu dibersihkan, kita dicukur habis, baru kemudian kita awetkan di dalam suatu larutan pengawet formalin, dengan cara-cara tertentu.” tutur Isabella dalam konferensi pers Pengurus Besar Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia pada Jumat, (15/12/2023) lalu.

Cara kerja formalin sebagai pengawet

Formalin adalah pengawet yang umum digunakan untuk mengawetkan jasad dan organ makhluk hidup.

Dikutip dari Scholars International Journal of Anatomy and Physiology pada tahun 2022, formalin yang disebut juga sebagai formaldehid mampu mengawetkan organ, jaringan, dan jasad makhluk hidup karena reaksinya dengan protein dan sel DNA dari bakteri.

Formalin mampu mendenaturasi protein melalui mekanisme tertentu sehingga jaringan terkonversi menjadi bahan padat yang sulit membusuk karena tidak berfungsi sebagai makanan bagi bakteri atau dipengaruhi oleh enzim pembusuk lainnya.

Meskipun kurang efektif dalam mencegah pertumbuhan jamur, formalin mampu berfungsi sebagai bakterisidal atau pembunuh bakteri melalui reaksi dengan DNA atau materi genetik dalam sel-sel bakteri.

Sistem aliran udara laboratorium penting dalam pengawetan

Akan tetapi, peran formalin sebagai bakterisidal bukan berarti membuat formalin aman bagi tubuh manusia hidup. Larutan formalin pada dasarnya justru bersifat sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

“Formalin dan bahan-bahan pengawet itu adalah bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh manusia. Tentu kita harus melindungi juga para pekerjanya, termasuk dokter-dokter dan mahasiswa, sehingga perputaran aliran udara itu penting," kata Isabella.

"Kalau misalnya dia tidak berada di dalam ruangan ber-AC (air conditioner) yang tertutup, maka diperlukan ruangan yang terbuka, jendela yang besar,” sambungnya.

Sistem aliran udara yang baik perlu dipikirkan lebih lanjut apabila pengawetan kadaver dilakukan di dalam laboratorium ruangan tertutup.

Bahaya formalin bagi tubuh manusia

Dikutip dari jurnal yang sama, formalin merupakan zat yang mudah menguap dan berbau tidak enak, beracun, dapat mengeraskan jaringan tubuh, dan karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker.

Studi dalam jurnal Sage Open Medicine pada tahun 2022 juga menjelaskan bahwa formalin sangat mudah masuk dang mengiritasi paru-paru, saluran pencernaan, dan mata.

Peradangan adalah efek keracunan jangka pendek, sedangkan kanker hidung atau paru-paru, dan perubahan permanen pada saluran tenggorokan adalah salah satu gejala jangka panjang dan serius dari paparan formalin.

Sejumlah dampak buruk formalin ini merupakan aspek yang harus diperhatikan selama proses pengawetan kadaver.

Maka itu, selain sistem aliran udara dalam laboratorium yang baik, para pekerja pengawetan kadaver juga harus menggunakan alat pelindung diri yang memadai dan sesuai.

https://www.kompas.com/sains/read/2023/12/20/093500923/bagaimana-kadaver-diawetkan-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke