Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cuaca Panas Terik, Bolehkah Berendam di Air? Ini Penjelasan Ahli

KOMPAS.com - Masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia mengeluhkan suhu atau cuaca yang panas beberapa hari belakangan ini. Namun, bolehkah berendam di air ketika cuaca panas?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Erni Juwita Nelwan PhD, Sp.PD, K-PTI mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah besar jika saat cuaca panas, kita berendam dalam air.

"Ya enggak apa-apa (berendam saat cuaca berendam). Enggak berendam juga enggak masalah," kata Erni dalam pemberitaan Kompas.com edisi 21 Maret 2022.

Hal ini karena, ketika cuaca panas bukan berarti suhu tubuh menjadi panas, melainkan lingkungan di sekitar kita yang sedang panas.

Erni menjelaskan, sebenarnya tidak ada cara atau hal yang khusus untuk membuat tubuh merasa lebih dingin atau bersuhu tubuh normal saat cuaca di luar sedang panas ekstrem.

Selain dengan berendam, Erni menyarankan untuk berkipas atau masuk ke ruangan yang ada AC di dalamnya.

"Ya ini sebenarnya upaya biar badan cepat nyaman suhunya. Secara prinsip enggak ada bahayanya (berendam saat cuaca panas)," jelasnya.

Normalkan suhu tubuh dahulu

Meski demikian, Akademisi dan dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Indonesia (UI), dr Ari Farial Syam, SpPD mengatakan bahwa berendam ataupun mandi tidak seharusnya dilakukan ketika seseorang sedang mengalami suhu tubuh yang panas, terutama saat tubuh sedang mengeluarkan keringat.

Dalam kondisi tubuh tersebut, Ari menyarankan agar menormalkan suhu tubuh terlebih dahulu.

Hal ini harus dilakukan karena air yang biasa digunakan untuk mandi memiliki suhu rata-rata 30 derajat Celcius, di mana suhu ini di bawah rata-rata suhu tubuh normal atau ketika tubuh berkeringat.

"Intinya adalah semua air rata-rata bersuhu 30 derajat. Makanya di saat posisi tubuh berkeringat dan langsung kena suhu dingin (air untuk mandi) sudah pasti ada reaksi, misalnya menggigil," jelanya.

"Jadi memang sebaiknya kita normalkan dulu suhu tubuh, baru mandi," tambahnya.

Pada kasus tertentu, suhu dingin akan memengaruhi tubuh sebagian orang dan menimbulkan reaksi dan alergi.

"Perbedaan suhu itu akan berpengaruh pada seseorang, tiap orang berbeda-beda reaksinya. Ada yang muncul alergi, seperti bentol-bentol atau bersin-bersin," ujar Ari.

Jika kondisi ini berlanjut, pada jangka waktu panjang dimungkinkan bisa berakibat pada penurunan daya tahan tubuh.

Waspadai heat stroke

Kondisi cuaca panas yang terik dapat meningkatkan risiko kita mengalami heart stroke atau serangan panas.

Heat stroke adalah kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas, karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan.

Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan RI, suhu badan meningkat dengan cepat hingga 41 derajat Celsius dalam 10 sampai 15 menit dan tubuh sudah tidak dapat mengeluarkan keringat.

Heat stroke dapat memperberat kondisi orang yang sedang sakit dan menyebabkan kematian. Kondisi ini juga sangat umum atau banyak terjadi pada musim panas.

Situasi heat stroke dapat dialami orang yang beraktivitas di bawah paparan sinar matahari dalam waktu yang cukup lama.

Jika suhu tubuh tidak didinginkan dengan cepat, korban heat stroke bisa menderita komplikasi jangka panjang yang membahayakan diri.

Misalnya untuk masalah kognitif, seseorang dapat hilang ingatan, tak bisa mengatasi panas, kerusakan otot, hingga masalah ginjal dan hati.

https://www.kompas.com/sains/read/2022/05/11/200000623/cuaca-panas-terik-bolehkah-berendam-di-air-ini-penjelasan-ahli

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke