Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

4 Tahapan Siklus Menstruasi

KOMPAS.com – Selama dan setiap siklus menstruasi, sel telur berkembang dan dilepaskan dari ovarium.

Jika kehamilan tidak terjadi, lapisan rahim akan luruh selama periode menstruasi. Setelah itu, siklus menstruasi akan dimulai kembali.

Siklus menstruasi seorang perempuan dibagi menjai empaat fase, yakni fase menstruasi, fase folikel, fase ovulasi, dan fase luteal. Durasi masing-masing fase dapat berbeda antar wanita dan dapat berubah seiring waktu.

Fase menstruasi

Dilansir dari Healthline, apabila sel telur yang ada di dalam rahim tidak dibuahi maka akan menyebabkan menyebabkan menstruasi.

Pada fase menstruasi, karena kehamilan belum terjadi, kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh akan menurun.

Lapisan rahim yang tebal, yang akan mendukung kehamilan, tidak lagi dibutuhkan sehingga akan meluruh melalui vagina.

Selama fase menstruasi berlangsung, perempuan melepaskan kombinasi darah, lendir, dan jaringan dari rahim.

Fase folikel

Fase folikel atau folikular dimulai pada hari pertama menstruasi (ada beberapa yang tumpang tindih dengan fase menstruasi) dan berakhir saat fase ovulasi.

Ini dimulai ketika hipotalamus mengirimkan sinyal ke kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon perangsang folikel (FSH).

Hormon ini merangsang ovarium untuk menghasilkan sekitar lima hingga 20 kantung kecil folikel yang masing-masingnya mengandung sel telur yang belum matang.

Hanya telur yang paling sehat yang akan matang. Kemudian, sisa folikel akan diserap kembali oleh tubuh.

Folikel yang matang memicu lonjakan estrogn yang mengentalkan lapisan rahim. Ini menciptakan lingkungan yang kaya nutrisi bagi embrio untuk tubuh.

Fase ovulasi

Meningkatnya estrogen selama fase folikel memicu kelenjar pituitari untuk melepaskan luteinizing hormone (LH). Inilah yang memulai proses ovulasi.

Fase ovulasi adalah saat ovarium melepaskan sel telur yang matang. Sel telur berjalan menuruni tuba falopi menuju rahim untuk dibuahi oleh speerma.

Fase ovulasi adalah satu-satunya periode dalam siklus menstruasi ketika perempuan memiliki kemungkinan tinggi untuk hamil.

Seseorang dapat mengetahui bahwa ia sedang berada dalam fase ovulasi jika mengalami sedikit kenaikan suhu tubuh basal dan keluar keputihan yang lebih kental dengan tekstur seperti putih telur.

Fase luteal

Setelah folikel melepaskan sel telur, ia berubah menjadi korpus luteum. Struktur ini melepaskan hormon, terutama progesteron dan estrogen.

Peningkatan hormon akan membuat lapisan rahim menebal dan siap untuk telur yang telah dibuahi untuk ditanamkan.

Jika seorang perempuan hamil, tubuh akan memproduksi human chorionic gonadotropin (HCG) yang merupakan hormon yang dideteksi oleh tes kehamilan.

Jika tidak hamil, korpus luteum akan menyusut dan diserap kembali. Hal ini menyebabkan penurunan kadar estrogen dan progesteron, yang menyebabkan terjadinya menstruasi.

https://www.kompas.com/sains/read/2021/12/02/193200123/4-tahapan-siklus-menstruasi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke