126.459 Rumah Warga dan Fasilitas Umum di NTT Rusak Akibat Bencana

Kompas.com - 14/04/2021, 06:00 WIB
Sebanyak 126.459 rumah warga dan fasilitas umum di Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat Badai Seroja, banjir dan tanah longsor. Sigiranus Marutho Bere/Kompas.comSebanyak 126.459 rumah warga dan fasilitas umum di Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat Badai Seroja, banjir dan tanah longsor.

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 126.459 rumah warga dan fasilitas umum di Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat Badai Seroja, banjir dan tanah longsor.

Juru bicara pemerintah Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, ratusan ribu rumah dan fasilitas umum yang rusak itu berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari 18 kabupaten dan satu kota.

Rinciannya, dari total 126.459 bangunan yang rusak itu, 63.916 unit di antaranya rumah penduduk. Sedangkan 62.543 unit merupakan fasilitas umum.

"Fasilitas umum yang rusak itu, fasilitas pemerintah, jalan, dan jembatan," kata Marius kepada sejumlah wartawan di Posko Bencana NTT, Selasa (13/4/2021) malam.

Baca juga: Meski Cuaca Ekstrem, Pembangunan Jalan Nasional di NTT Lampaui Target

Angka itu belum termasuk kerusakan fasilitas PLN yang mengakibatkan putusnya jaringan listrik di seluruh Pulau Timor, Alor, Lembata, Adonara, Sabu Raijua, Rote Ndao dan sejumlah kabupaten di Pulau Sumba, serta kerusakan perahu nelayan dan kapal tenggelam.

Rumah penduduk yang rusak berat sebanyak 16.896 unit, rusak sedang 14.928 unit, dan rusak ringan 30.719 unit.

Hingga saat ini, sebanyak 33.811 korban bencana masih ditampung di 74 lokasi pengungsian.

Warga bertahan di pengungsian karena rumah mereka tidak dapat ditempati lagi akibat mengalami kerusakan.

Sementara itu, jumlah korban tewas tercatat sebanyak 179 orang dan 45 orang belum ditemukan.

Sementara 268 orang lainnya luka-luka dan 404.226 orang terdampak akibat badai tersebut.

Korban tewas terbanyak berasal dari Adonara, Kabupaten Flores Timur sebanyak 72 orang dan dua hilang.

Kemudian Kabupaten Lembata 47 tewas dan 22 hilang, Kabupaten Alor 28 tewas dan 13 hilang, Kabupaten Kupang 12 tewas dan tiga hilang.

Kabupaten Malaka delapan orang tewas, Kota Kupang enam orang tewas, serta Sabu Raijua tiga tewas dan lima hilang.

"Terakhir Kabupaten Sikka dan Kabupaten Rote Ndao serta Kabupaten Ende, masing-masing satu orang," kata Marius.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X