Rumah Mantan Menlu Bisa Dialihfungsikan Jadi Pusat Studi Diplomasi Indonesia

Kompas.com - 14/04/2021, 04:00 WIB
Kantor Kemenlu pertama di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (13/4/2021). Bangunan ini ternyata milik pribadi keluarga Menlu pertaam RI Achmad Soebardjo yang kini akan dijual KOMPAS.com/IhsanuddinKantor Kemenlu pertama di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (13/4/2021). Bangunan ini ternyata milik pribadi keluarga Menlu pertaam RI Achmad Soebardjo yang kini akan dijual

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Tim Ahli Cagar Budaya DKI Jakarta Bambang Eryudhawan meminta pemerintah membeli dan melestarikan bangunan bersejarah milik Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Pertama RI Achmad Soebardjo di Cikini Jakarta Pusat.

Menurutnya, jika dibeli pemerintah, rumah yang dijual senilai Rp 200 miliar itu dapat menjadi bangunan yang bisa dialihfungsikan.

Karena rumah itu merupakan bekas tempar tinggal dan kantor Achmad Soebardjo, paling tidak dijadikan pusat studi diplomasi Indonesia.

"Bangunan itu bukan benda mati yang hanya dijadikan tontonan saja. Lebih dari itu, harus dapat dikembangkan melalui proses kreatif dan inovasi," kata Yudha kepada Kompas.com, (13/04/2021).

Baca juga: Tim Ahli Cagar Budaya Minta Pemerintah Beli Rumah Mantan Menlu Pertama

Bicara tentang diplomasi atau hubungan luar negeri adalah aspek penting yang harus diperhatikan agar relevan dengan perkembangan zaman.

Misalnya, pusat studi diplomasi ini dilengkapi dengan laboratorium IT, electronic library, dan lain sebagainya.

Selain itu, pemerintah juga memungkinkan untuk membangun atau menambah bangunan baru di belakang atau di samping rumah tersebut.

Hal itu tentu dengan masih mempertahankan struktur lama sebagai bangunan bersejarah yang penting bagi Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, kantor pertama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dijual melalui iklan pada akun media sosial @kristohouse.

Bangunan tersebut adalah rumah milik Menteri Luar Negeri pertama Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.

Rumah lama itu pernah dijadikan kantor sementara Kemenlu pada era kemerdekaan Indonesia.

Iklan di akun Instagram @kristohouse itu menyebut, rumah yang berdiri di atas tanah seluas 2.916 meter persegi, dan luas bangunan 1.676 meter persegi, itu dibanderol Rp 200 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X