Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gerak Maju Tol Trans-Sumatera, Katalis Pertumbuhan Kawasan Industri Baru

Kompas.com - 31/03/2021, 09:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Nanda Arief, bisa merasakan perjalanan jarak jauh dalam waktu singkat melintasi empat provinsi dan sepuluh kota.

Karyawan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang ini biasanya menempuh 16 jam hingga 18 jam untuk sampai di kota kelahirannya Bogor, dari Palembang.

Waktu selama itu dia alami saat Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera masih menjadi satu-satunya akses memadai yang bisa digunakan.

Namun, sejak akhir 2019, ayah satu puteri ini ulang-alik lima sampai enam kali "mengaspal" Palembang-Bogor hanya dalam hitungan 8 jam dengan kecepatan rata-rata 100 kilometer per jam.

Hal ini karena ruas Tol Palembang-Kayu Agung-Pematang Panggang, dan Terbanggi Besar-Bakauheni yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) sudah tersambung dan menjadi infrastruktur konektivitas yang mendukung mobilitas Nanda.

Baca juga: Jelang Libur Lebaran, 672 Kilometer Tol Trans-Sumatera Dipastikan Beroperasi

"Kehadiran JTTS mempersingkat waktu, dan mendekatkan jarak tempuh. Empat provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Banten, dan Jawa Barat saya lintasi sekitar 8 jam. Itu waktu efektif di luar istirahat," ujar Nanda kepada Kompas.com, Sabtu (20/03/2021).

Perjalanan Palembang-Bakauheni sepanjang 360 kilometer dirasakan Nanda tak lagi menjenuhkan.

Dia kerap singgah di tempat-tempat wisata yang tak jauh dari gerbang tol (GT), sebelum menyeberang dengan feri menuju Merak, Banten.

Sebut saja Pantai Kalianda, Provinsi Lampung. Tempat wisata ini bisa diakses melalui GT Kalianda hanya dalam waktu 15 menit.

"Cukup menyegarkan bisa refreshing di pantai setelah mengemudi. Rehat sejenak melepas lelah," imbuh Nanda.

Tak hanya itu, JTTS juga menarik karena menawarkan "sensasi" infrastruktur panoramik. Apalagi jika melewati simpang susun-simpang susun, saujana mentari tenggelam adalah pemandangan favorit.

Mulusnya perjalanan para penglaju seperti Nanda tak lepas dari upaya PT Hutama Karya (Persero) sebagai badan usaha jalan tol (BUJT) untuk meningkatkan standar pelayanan minimum (SPM) JTTS.

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai menelan investasi sekitar Rp 16,21 triliun. Jalan Tol ini merupakan terpanjang ketiga setelah yang beroperasi setelah Tol Terbanggi Besar-Permata Panggang-Kayu Agung dan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.
Hutama Karya Jalan Tol Pekanbaru-Dumai menelan investasi sekitar Rp 16,21 triliun. Jalan Tol ini merupakan terpanjang ketiga setelah yang beroperasi setelah Tol Terbanggi Besar-Permata Panggang-Kayu Agung dan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.
"Kami secara berkala dan rutin memelihara JTTS kelolaan dari kerusakan. Hal ini kami lakukan dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada pengguna jalan tol," ujar Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Budi Harto.

Selain meningkatkan SPM secara fisik, perseroan juga mendukung kelancaran perjalanan pengguna tol melalui layanan digital bernama HK Toll Apps.

Aplikasi HK Toll Apps dapat diunduh di Playstore bagi para pengguna gawai pintar Android. Semua informasi mengenai jalan tol kelolaan perseroan, terutama JTTS bisa ditemukan pada aplikasi tersebut.

Adapun fitur yang bisa diakses pengguna adalah informasi mengenai rest area, fasilitas di dekat tol, live streaming CCTV di tol, peta mudik selama Natal dan Tahun Baru, dan layanan call center.

Bahkan, aplikasi tersebut turut dilengkapi dengan fitur top up. Dengan demikian, pengguna jalan yang tidak memiliki atau kekurangan uang elektronik bisa mengisi saldonya menggunakan fitur tersebut.

Namun, layanan isi ulang ini hanya bisa digunakan pada ponsel yang telah memiliki teknologi Near Field Communication (NFC).

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com