Jam Puncak Pencarian Rumah Terjadi pada Pukul 20.00 WIB

Kompas.com - 26/02/2021, 20:00 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pencarian properti secara daring atau online paling banyak terjadi pada pukul 20.00 WIB malam.

Ini merupakan jam puncak, pada saat masyarakat mencari properti idaman mereka, baik hunian residensial tapak, maupun apartemen.

Country Manager 99 Group Maria Herawati Manik mengungkapkan hal itu dalam Laporan Forecast Trend Pasar Pencarian Properti Online 2021 yang dikutip Kompas.com, Jumat (26/02/2021).

"Pencarian properti online terbanyak selama Tahun 2020 terjadi setelah jam kerja atau pukul 20.00 WIB malam," ujar Maria.

Baca juga: Orang Bandung Lebih Suka Cari Rumah di Bandung, Bagaimana dengan Depok?

Para pencari properti secara daring ini didominasi oleh kalangan usia produktif serentang 25 tahun hingga 44 tahun atau mengambil porsi sekitar 70,72 persen dari total populasi Indonesia 270,20 juta jiwa.

Hal ini wajar, karena menurut Maria, kalangan usia produktif memiliki sifat digital savvy alias melek teknologi digital, selain juga individualis, dan impulsif.

Mereka ini mengutamakan kualitas, terutama generasi milenial. Namun, saat bersamaan mereka juga menjadikan harga sebagai pertimbangan utama dan faktor yang lebih penting ketimbang generasi lainnya.

Adapun tipe rumah dan apartemen yang paling banyak diincar adalah tiga kamar tidur dengan harga berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar.

Lokasi masih menjadi pertimbangan utama para pencari rumah. Disusul harga jual, uang muka atau down payment (DP) rendah, dan pembayaran yang fleksibel menjadi pertimbangan utama dalam pembelian properti.

Terkait dengan felksibilitas pembayaran, kalangan usia produktif dengan pendapatan lebih dari Rp 20 juta hingga Rp 30 juta lebih banyak memilih kredit pemilikan rumah (KPR) dengan porsi 64,4 persen. 

Sementara jumlah mereka dengan gaji di bawahnya yakni serentang Rp 5 juta hingga Rp 10 juta justru memilih KPR hanya 49,6 persen.

Sebanyak 24,1 persen memilih untuk membeli rumah/apartemen secara tunai bertahap, 23,5 persen tunai keras hasil usaha sendiri, dan hanya 2,9 persen tunai keras hasil pinjaman orang tua.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X