Istana Jelaskan Alasan Pesawat Kepresidenan Berganti Warna Cat Merah Putih

Kompas.com - 03/08/2021, 16:50 WIB
Dian Erika Nugraheny,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

Dilansir dari pemberitaan Kompas.com pada 2014 lalu, pesawat Kepresidenan 1 dipesan khusus untuk operasional Presiden Republik Indonesia.

Pesawat itu mulai beroperasi sejak 2014 atau saat masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Penerbangan perdana pesawat Kepresidenan 1 adalah pada 5 Mei 2014 saat Presiden SBY bertolak ke Denpasar, Bali, untuk menghadiri konferensi regional Open Government Partnership (OGP) Asia-Pasifik.

Saat itu, Presiden SBY mengatakan, selama 10 tahun memimpin negara, dirinya bersyukur akhirnya pemerintah bisa berhemat dengan hadirnya pesawat kepresidenan.

Baca juga: Soal Pengecatan Pesawat Kepresidenan, Istana: Usianya Sudah 7 Tahun, Harus Dapat Perawatan Besar

"Alhamdulillah, enam bulan terakhir bisa menggunakan pesawat yang akhirnya bisa berhemat untuk anggaran kita," katanya.

SBY juga mengungkapkan, pesawat yang dibeli seharga Rp 840 miliar itu bukan untuk dirinya, melainkan untuk presiden yang akan datang.

Sementara itu, menurut Menteri Sekretaris Negara saat itu, Sudi Silalahi, hadirnya pesawat kepresidenan tersebut membuka sejarah baru bagi Indonesia.

Pasalnya, setelah 69 tahun merdeka Indonesia bisa punya pesawat kepresidenan sendiri.

Dengan kehadiran pesawat ini, kata Sudi, diharapkan mampu membantu tugas-tugas kepresidenan dan tugas kenegaraan.

"Sebelumnya Presiden RI, baik di dalam atau di luar negeri selalu menyewa pesawat komersiil. Tentu tidak efektif bila kita memiliki sendiri pesawat kepresidenan," ujar Sudi.

Adapun ketika pertama kali digunakan, pesawat Kepresidenan 1 dicat berwarna biru muda pada punggung dan berwarna putih pada bagian lambung pesawat.

Selain itu, terdapat tulisan "Republik Indonesia" dan logo Garuda terpasang di bagian depan pesawat.

Pesawat kepresidenan tersebut dirancang dengan kelengkapan 4 VVIP class meeting room, 2 VVIP class state room, 12 executive area, dan 44 staff area. Interior pesawat didesain agar dapat mengakomodasi hingga 67 orang penumpang. Jumlah itu disebut cukup untuk sebuah rombongan presiden.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com