Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ratusan Orang Kepung Gedung Putih, Teriakkan "Bebaskan Palestina!"

Kompas.com - 30/05/2024, 16:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan Gedung Putih di ibu kota AS pada Selasa (28/5/2024) untuk memprotes serangan Israel pada akhir pekan terhadap tenda kamp di kota Rafah, Gaza selatan.

Mereka menyerukan pemerintah AS untuk mengakhiri pendanaan perang Israel di Jalur Gaza.

Protes tersebut didukung oleh beberapa kelompok pro-Palestina termasuk Gerakan Pemuda Palestina, Partai Sosialisme dan Pembebasan dan Maryland untuk Palestina.

Baca juga: Tanggapi Pertemuan Putin-Xi Jinping, Gedung Putih: Bagus untuk Mereka

Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan “Bebaskan Palestina”, “Akhiri Semua Pendanaan AS untuk Apartheid Israel”, “Semua Mata tertuju pada Rafah” dan “Hentikan Pembantaian Ini.”

Dilansir dari Anadolu Agency, para pengunjuk rasa meneriakkan “Hentikan pemboman Rafah sekarang” dan “Akhiri pendudukan sekarang.”

Serangan udara Israel terhadap tenda kamp pengungsi Palestina di Rafah menewaskan sedikitnya 45 orang dan melukai hampir 250 orang, kata Kantor Media Pemerintah yang berbasis di Gaza.

Serangan itu terjadi di dekat pangkalan logistik Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Tal al-Sultan.

Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera di wilayah tersebut. 

Hampir 36.100 warga Palestina telah terbunuh di Gaza, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 81.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat. 

Hampir delapan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan. 

Baca juga: Mobil Berkecepatan Tinggi Tabrak Gerbang Gedung Putih, Sopir Tewas

Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ), yang dalam keputusan terbarunya memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasinya di Rafah.

Baca juga: Mantan Penasehat Gedung Putih: Trump Tak Cukup Pintar untuk Jadi Diktator

Di Rafah, ada lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserbu pada 6 Mei.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com