Kompas.com - 21/10/2021, 20:00 WIB
Suzanna berperan sebagai Ayu, dalam film Malam Jumat Kliwon (1986) Tati Photo StudioSuzanna berperan sebagai Ayu, dalam film Malam Jumat Kliwon (1986)

KOMPAS.comFilm horror zaman dulu (jadul) selalu menarik untuk ditonton kembali. Ketegangan dan misteri yang dibangun terlihat sangat unik dan nyeleneh jika dibanding zaman sekarang.

Selain membuat penonton keringat dingin sepanjang film, ada juga semacam kapsul waktu yang bisa membuat penonton mengintip tren, budaya, hingga informasi bernilai pada zaman itu.

Meski dianggap ketinggalan zaman, film-film tersebut nyatanya masih menawarkan keseraman yang tak akan pernah lekang oleh zaman.

Untuk menyemarakkan perayaan Halloween yang jatuh setiap akhir Oktober, Kompas.com telah menghimpun lima film horor Indonesia jadul terseram.

Baca juga: 3 Film Horor Indonesia yang Akan Tayang Mulai Oktober 2021 di Netflix

1. Beranak Dalam Kubur (1972)

Beranak Dalam Kubur adalah film horor Indonesia yang menjadi batu loncatan aktor berjuluk Ratu Horor Indonesia, Suzzanna Martha Frederika van Osch.

Film ini bercerita tentang perempuan bernama Lila (Suzzanna). Ia dijebak kakak perempuannya Dhora (Mieke Widjaja) yang ingin menguasai kekayaan keluarganya.

Lila yang sedang hamil besar didorong ke tepi danau, sehingga tenggelam dan mengalami kontraksi. Alih-alih ditolong, Lila justru dikubur hidup-hidup dan melahirkan anaknya di dalam kuburan. Setelah peristiwa ini, daerah tersebut pun menjadi angker.

Film ini diangkat dari novel Tangisan di Malam Kabut karya Ganes TH, disutradarai Awaludin, dan ditulis Sjumandjaya.

Baca juga: Suzanna: Bernapas dalam Kubur Tembus 1 Juta Penonton, Luna Maya Ucapkan Terima Kasih

2. Dikejar Dosa (1974)

Film besutan Lukman Hakim Nain ini bercerita tentang tiga pemuda berandal yang memerkosa perempuan penjual jamu Yayah (Paula Ramukoy) di sebuah gubuk. Pacar Yayah (Fadly) yang melintas bukannya membantu justru turut memperkosanya.

Setelah kejadian itu, Yayah yang hamil ditinggal pacarnya ke luar kampung. Kehamilan Yayah yang semakin besar juga membuat ibunya kecewa hingga meninggal. Bukan cuma itu, jualan jamunya pun merugi karena kalah pamor dari jamu pabrikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.