Belajar Karakter Manusia dari Film Voyagers (2021)

Kompas.com - 31/05/2021, 13:56 WIB
Tye Sheridan dalam Voyagers. IMDBTye Sheridan dalam Voyagers.

 

VOYAGERS adalah film science-fiction, adventure dan thriller besutan sutradara asal Connecticut, Amerika Serikat, Neil Burger yang bercerita tentang perjalanan luar angkasa untuk menempati planet baru dan membentuk peradaban manusia.

Misi tersebut dilakukan karena kondisi bumi yang diprediksi sudah tidak layak dihuni akibat global warming yang semakin parah, perang antarnegara, over-populasi, ketersediaan pangan yang semakin menipis, dan lain-lain.

Namun, untuk mencapai planet baru diperlukan waktu kurang lebih 86 tahun atau setidaknya tiga generasi sehingga untuk memulai ekspedisi tersebut ilmuwan mengembangbiakan 30 bayi tabung yang dipilih dari bibit-bibit unggul dari berbagai belahan dunia untuk dikirim ke planet tersebut.

Sejak kecil mereka sengaja diisolasi dari kehidupan sosial masyarakat bumi dan diberikan keahlian khusus serta keahlian bertahan hidup (basic life skills) karena mereka akan tinggal selama bertahun-tahun dan berkembang biak di dalam pesawat luang angkasa hingga mereka tiba di planet yang baru.

Dalam perjalanan ini, mereka didampingi oleh ilmuwan bernama Richard Alling (Colin Farrell) yang secara sukarela mengajukan diri untuk menemani dan membimbing anak-anak tersebut selama di pesawat.

Sepuluh tahun berlalu, ketigapuluh anak hasil eksperimen tersebut tumbuh menjadi remaja pada umumnya dan kehidupan di dalam pesawat berjalan dengan baik-baik saja hingga pada akhirnya dua di antara anak-anak tersebut, Christoper (Tye Sheridan) dan Zac (Fion Whitehead) menemukan fakta yang disembunyikan oleh Richard.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama ini mereka mengkonsumsi cairan kimia biru (the blue) yang berfungsi untuk menekan perkembangan emosi dan nafsu alamiah mereka sebagai manusia biasa. Akibatnya, karena merasa dibohongi, kedua anak ini mulai melakukan pemberontakan dan memprovokasi teman-temannya untuk berhenti mengkonsumsi cairan tersebut.

Setelah berhenti meminum cairan kimia sifat alamiah dan emosi primitif manusia perlahan ditunjukkan oleh masing-masing tokohnya. Ada yang berprilaku vulgar dan sensual, bersikap kejam dan sadis, hingga saling membunuh satu sama lain.

Tentunya hal ini secara potensial mengancam tujuan utama misi ruang angkasa yang telah dipersiapkan secara hati-hati ini.

Sisi lain dari sifat alamiah manusia 

Selain menghibur, film sebagai produk budaya populer dan media komunikasi selalu menghadirkan cerita yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan nyata dan keseharian kita.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.