Kompas.com - 21/05/2021, 16:50 WIB
Tampak dinding warna kuning di ruangan di Istana Kensington. Istana ini ditempati Putri Diana saat menikah dengan Pangeran Charles. Tampak Diana bersama kedua putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, saat keduanya masih balita. BIDIK LAYAR HELLO MAGAZINETampak dinding warna kuning di ruangan di Istana Kensington. Istana ini ditempati Putri Diana saat menikah dengan Pangeran Charles. Tampak Diana bersama kedua putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, saat keduanya masih balita.

JAKARTA, KOMPAS.com- Pangeran William menentang wawancara Putri Diana dan BBC di tahun 1995 untuk kembali ditayangkan.

William menyimpulkan tayangan itu diperoleh melalui tipu daya dan berkontribusi dalam membawa kesedihan yang tak terlukiskan dalam hidupnya.

"Mengetahui kebohongan yang diberikan kepada ibunya berkontribusi pada 'ketakutan, paranoia, dan isolasi' yang melanda dirinya di tahun-tahun sebelum kematiannya," kata William menyebut kondisi ibunya usai wawancara tersebut.

Baca juga: Terungkap Kisah Sedih Pola Asuh Pangeran Charles

"Tapi apa yang paling membuat saya sedih, adalah jika BBC telah menyelidiki dengan benar keluhan dan kekhawatiran yang pertama kali muncul di tahun 1995, ibu saya akan tahu bahwa dia telah ditipu," ujar putra Pangeran Charles ini.

Sebuah laporan independen yang diterbitkan Kamis setelah penyelidikan selama berbulan-bulan, menemukan fakta jurnalis BBC, Martin Bashir bertindak tidak tepat.

Dia juga melanggar pedoman editorial penyiar yang didanai publik untuk mendapatkan akses ke kerajaan, yang terkenal mengatakan kepadanya dalam wawancara November 1995 bahwa "ada tiga dari kita dalam pernikahan ini."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pangeran Harry Usahakan Datang ke Inggris untuk Hadiri Pemakaman Pangeran Philip

Kalimat itu merujuk pada suami Diana, Pangeran Charles, yang berselingkuh dengan Camilla Parker Bowles, yang kemudian dinikahi Charles tahun 2005, delapan tahun setelah kematian Diana dalam kecelakaan mobil pada Agustus 1997.

William menegaskan, kebohongan yang diberikan pada ibunya berkontribusi pada pernyataan Diana, menghasilkan narasi yang salah, sehingga William meminta program tersebut tidak pernah ditayangkan lagi.

"Di era berita palsu, penyiaran layanan publik dan pers bebas tidak pernah lebih penting," kata William.

"Kegagalan ini, yang diidentifikasi oleh jurnalis investigasi, tidak hanya mengecewakan ibu saya, dan keluarga saya, tetapi juga mengecewakan publik."

Baca juga: Alasan Pangeran William Enggan Tonton Serial Populer The Crown

BBC menunjuk Lord John Anthony Dyson, mantan hakim Mahkamah Agung Inggris Raya, tahun lalu untuk menyelidiki tuduhan Bashir mungkin telah berbohong kepada Diana untuk mendapatkan wawancaranya, yang disaksikan oleh lebih dari 20 juta orang di Inggris.

Tuduhan muncul terhadap Bashir setelah sebuah film dokumenter ditayangkan November lalu di ITV berjudul "The Diana Interview: Revenge of a Princess."

Ia mengklaim, Bashir meminta seorang desainer grafis membuat laporan bank palsu, yang kemudian diduga digunakan untuk meyakinkan Diana bahwa pegawai kerajaan dibayar untuk memata-matai dia.

Saudara laki-laki Diana, Charles Spencer, men-twit pada 8 November, dia tahu Bashir menggunakan rekening bank palsu dan ketidakjujuran lainnya.

"Untuk membuat saudara perempuan saya melakukan wawancara," kata Charles Spencer.

Temuan Dyson membenarkan tuduhan Charles tersebut. Bashir mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia meminta maaf "atas fakta bahwa saya meminta laporan bank untuk diolok-olok."

Ini adalah "tindakan bodoh untuk dilakukan dan merupakan tindakan yang sangat saya sesali," kata Bashir.

Spencer juga mengklaim, dia mengetahui BBC juga mengetahui tentang rekening koran palsu itu. Dia menuntut mereka untuk meminta maaf atas dokumen palsu yang membuatnya memperkenalkan Bashir kepada saudara perempuannya.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.