Kompas.com - 05/02/2021, 13:43 WIB
Galih Ginanjar tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kawasan Ampera, Rabu (19/2/2020). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAGalih Ginanjar tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kawasan Ampera, Rabu (19/2/2020).
Penulis Cynthia Lova
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Galih Ginanjar mengaku mendapat hikmah dari kasus pencemaran nama baik berkait video ikan asin yang telah menjebloskannya ke penjara.

Diketahui, Galih mendapatkan bebas bersyarat usai mendapat program asimilasi Covid-19.

“Hikmah banyak banget, saya lebih meningkatkan (pengetahuan) agama Islam dan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Galih seperti dikutip Kompas.com dalam kanal YouTube KH INFOTAINMENT, Jumat (5/2/2021).

Baca juga: Dapat Asimilasi, Pablo Benua dan Galih Ginanjar Bebas dari Penjara

Galih juga mengaku kejadian itu membuatnya membenahi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Mencoba lebih dewasa lagi. Mencoba lebih bertanggung jawab, untuk ibu saya, untuk anak saya dan tidak egois," kata Galih.

Galih mengakui, ketika dia terpuruk, hanya ibunya yang setia mendampinginya.  Ibunya selalu setia mendukung dan mendoakannya.

Baca juga: Bebas dari Penjara, Galih Ginanjar Akan Kembali Berakting Usai Turunkan Berat Badan

“Pasangan bisa meninggalkan kita, tetapi yang paling hebat adalah ibu. Sesalah apapun kesalahan saya, dia tidak melihat, dia tetap mendoakan saya. Dia selalu mendukung saya," ucap Galih.

"Waktu di penjara mama yang paling ngingetin, 'Nak sabar yah, mungkin setelah ini (kasus) Aa akan naik derajatnya'. Itu yang bikin saya semangat terus, yang bikin saya termotivasi," lanjut Galih.

Oleh karena itu, Galih bertekad berubah menjadi pribadi yang lebih baik demi keluarganya, terkhusus ibunya.

Baca juga: Fairuz A Rafiq Bercerai dari Galih Ginanjar, Nikita Mirzani: Betul Banget Itu

Diketahui, Pablo Benua, Rey Utami, dan Galih Ginanjar sebelumnya diputuskan bersalah terkait kasus pencemaran nama baik artis peran Fairuz A Rafiq.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 1 tahun 4 bulan penjara untuk Rey Utami.

Sementara Pablo Benua dijatuhi vonis 1 tahun 8 bulan penjara. Sedangkan Galih Ginanjar dihukum 2 tahun 4 bulan kurungan penjara.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X