Behaviour Analyst, Ayah Isyana Sarasvati dan Rara Sekar Jelaskan Pentingnya Orangtua Mengamati

Kompas.com - 20/01/2021, 17:32 WIB
kakak beradik Rara Sekar Larasati (kiri) dan Isyana Sarasvati dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAkakak beradik Rara Sekar Larasati (kiri) dan Isyana Sarasvati dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Karier cemerlang kakak beradik penyanyi Rara Sekar dan Isyana Sarasvati nampaknya tak lepas dari didikan ayah mereka, Sapta Dwikardana, PhD.

Lulus sarjana di jurusan Hubungan Internasional, Sapta mendapatkan gelar PhD di bidang organisasi dan sumber daya manusia dari KU Leuven, Belgia.

Sapta kini berprofesi sebagai behaviour analyst untuk organisasi dan individu, sekaligus mengajar tentang psikologi politik dan propaganda; kejahatan transaksional, dan kejahatan politik perguruan.

Yang pertama dan penting menurut Sapta adalah pola pikir sebagai orangtua.

"Pelajaran penting pertama sebagai orangtua adalah mengamati. Kerjaan pertama adalah mengamati apa yang terjadi dari anak-anak, terutama dari hari ke hari perubahan-perubahan yang ada," kata Sapta Dwikardana, dikutip dari kanal YouTube Mako Talk, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Isyana Sarasvati Justru Yakin pada Rayhan Maditra Setelah 6 Tahun LDR

Ketika kuliah di Belgia, Sapta secara langsung berinter dan mengamati pertumbuhan Rara Sekar dan Isyana Sarasvati yang saat itu masih balita.

"Kita bisa melihat bahwa manusia itu memang meskipun lahir dari rahim yang sama, itu mempunyai keunikan yang luar biasa dan keunikan itu harus dilihat sebagai potensi. Asal kita tahu keunikannya, maka kita harus fokus dengan keunikan itu," jelas Sapta Dwikardana.

Namun, menurutnya orangtua jangan buru-buru menghakimi bahwa keunikan itu satu-satunya.

"Kita lihat rumpun keunikannya itu ada atau tidak, suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, ada teorinya atau tidak ada," ucap Sapta.

Baca juga: Isyana Sarasvati: Kalau Dua-duanya Batu Enggak Akan Selesai

Ketika mengamati, keunikan-keunikan tersebut bisa dikategorikan dalam bentuk thread, yakni perilaku atau respons yang berulang-ulang.

Bila tak bisa menangkap perilaku-perilaku anak sejak dini, Sapta berpendapat orangtua akan kebingungan melihat pertumbuhan anaknya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X