Kompas.com - 14/12/2020, 19:53 WIB
Aktor Mathias Muchus (kiri) berperan sebagai Pak Broto, sedangkan aktris Maudy Koesnaedi (kanan) memerankan Bu Broto. Mereka beradu akting dalam film Losmen Bu Broto yang diadaptasi dari serial legendari Losmen yang tayanng di TVRI pada 1980-an. Dokumentasi Paragon PictureAktor Mathias Muchus (kiri) berperan sebagai Pak Broto, sedangkan aktris Maudy Koesnaedi (kanan) memerankan Bu Broto. Mereka beradu akting dalam film Losmen Bu Broto yang diadaptasi dari serial legendari Losmen yang tayanng di TVRI pada 1980-an.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktor Mathias Muchus menceritakan imbas dari serial legendaris Losmen yang pernah tayang di TVRI pada 1980-an, bakal diangkat ke layar lebar jadi film Losmen Bu Broto.

Suatu ketika, Mathias Muchus mampir ke Pasar Beringharjo di Yogyakarta. Saat itu, ia mendapat sambutan hangat dari penggemar setia serial Losmen.

"Ketika saya masuk Pasar Beringharjo, mbok-mbok atau nenek-nenek itu melihat saya seperti anaknya. Pulang dari sana dibekali batik, dua kantong batik itu dikasih," kata Mathias Muchus dalam jumpa pers virtual, Minggu (13/12/2020).

Mathias Muchus mengatakan, ia mendapatkan sambutan hangat lantaran para penggemar setia mendengar serial Losmen bakal diadaptasi ke layar lebar.

"Tapi saya bersyukur sekali, ketika film ini digagas kembali, ya saya seperti melangkah," ucap Mathias Muchus.

Baca juga: Terlibat dalam Film Losmen Bu Broto, Mathias Muchus seperti Hidup Kembali

Dalam serial Losmen, Mathias Muchus berperan sebagai Tarjo. Sedangkan di film Losmen Bu Broto, ia mendapat kesempatan memerankan karakter Pak Broto.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, peran Tarjo di film Losmen Bu Broto dimainkan oleh Baskara Mahendra.

Berbeda dengan Mathias Muchus, aktris Maudy Koesnaedi mendapat banyak permintaan untuk mempertahankan karakter Bu Broto di film Losmen Bu Broto.

"Yang lucunya itu, beberapa yang respons bilang, 'Mbak, Bu Broto-nya jangan dijilbabin ya. Bu Broto harus disanggul ya seperti perempuan Yogyakarta'," ungkap Maudy Koesnaedi.

Oleh sebab itu, perempuan kelahiran April 1975 itu menganggap peran Bu Broto sangat digemari oleh masyarakat luas.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X