BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Mola TV

Mola Living Live, Ajang Sederet Tokoh Dunia Berkisah dan Berikan Inspirasi

Kompas.com - 11/12/2020, 19:33 WIB
Spike Lee membagikan kisah kehidupannya di program Mola Living Live, Jumat (4/12/2020). DOK. MOLA TVSpike Lee membagikan kisah kehidupannya di program Mola Living Live, Jumat (4/12/2020).
|

KOMPAS.com – Sebaik-baiknya tayangan televisi adalah tayangan yang memberikan manfaat bagi banyak orang. Tak hanya manfaat untuk menambah pengetahuan, tayangan televisi yang edukatif juga harus mampu menghadirkan inspirasi sehingga melahirkan aspirasi untuk penontonnya.

Prinsip itulah yang dipegang oleh salah satu platform streaming video asal Indonesia, Mola TV.

“Lewat berbagai tayangan Mola TV, kami berkeinginan untuk senantiasa memberikan wawasan baru kepada penonton. Salah satunya melalui program Mola Living Live,” ujar perwakilan Mola TV Mirwan Suwarso saat melakukan wawancara eksklusif dengan Kompas.com secara virtual, Senin (25/8/2020).

Lewat acara tersebut, Mola TV menghadirkan berbagai tokoh ternama dunia untuk berbincang, berkisah, dan membagikan cerita inspiratif tentang perjalanan hidup mereka.

Terbaru, Mola Living Live kedatangan sutradara, penulis naskah, produser, sekaligus aktor asal Amerika Serikat (AS) Shelton Jackson “Spike” Lee, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Tak Sekadar Menghibur, Tayangan Televisi Juga Harus Mendidik dan Melahirkan Aspirasi...

Dipandu aktor Reza Rahadian dan eks Duta Besar Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal, Spike Lee membagikan pengalaman hidupnya kepada masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang berkutat di dunia perfilman.

Spike Lee mengatakan, tidak ada kesuksesan yang dibangun dalam semalam. Jika seseorang memilih profesi tertentu, itu bagaikan perjalanan di sebuah lorong panjang.

“Akan ada banyak kekacauan dan turbulensi, tapi kita harus melaluinya. (Anda) harus punya etos kerja yang kuat dan menganggap hidup Anda bertaruh pada pekerjaan yang sedang dijalani,” ujarnya.

Tak hanya itu, Spike Lee juga berbagi kisah tentang kecintaannya terhadap dunia film dan rasa syukurnya dengan segala hal yang sudah dilakukan.

“Setiap malam, sebelum saya meletakkan kepala saya di bantal, di samping istri tercinta saya, Tanya, saya selalu berterima kasih. Alasan saya berterima kasih, yang pertama adalah saya sehat, keluarga saya sehat, dan karena saya melakukan (hal-hal) yang saya cintai,” kisahnya.

Menurut Spike Lee, jika seseorang memiliki profesi yang bertujuan untuk membangun serta menafkahi keluarga dan orang itu mencintai apa yang dilakukannya, itu adalah sebuah kemenangan.

Susi Pudjiastuti (kiri) saat mewawancarai Mike Tyson (kanan) dalam acara Mola Living Live dengan tema Life Lessons from The Chamap, Jumat (2/10/2020) malam WIB.DOK. Mola TV Press Susi Pudjiastuti (kiri) saat mewawancarai Mike Tyson (kanan) dalam acara Mola Living Live dengan tema Life Lessons from The Chamap, Jumat (2/10/2020) malam WIB.

Masa terpuruk

Selain Spike Lee, Mola Living Live juga telah mengundang banyak tokoh ternama pada episode sebelumnya, sebut saja Mike Tyson, Luc Besson, Sharon Stone, dan Darren Aronofsky.

Mereka tak hanya membagikan cerita tentang kesuksesan semata. Namun, kisah mengenai keterpurukan hidup yang pernah dialami juga mereka beberkan. Mike Tyson, misalnya. Juara dunia tinju kelas berat ini bercerita tentang pekerjaan dan perjalanan hidupnya yang berliku-liku.

Mike Tyson sempat terpuruk karena pernah mendekam di penjara selama tiga tahun dari 1992-1995. Kendati berada di dalam tahanan, Mike Tyson justru tidak merasa hidupnya dibatasi.

Baca juga: Serial tentang Kisah Asal-usul Kota Roma, Romulus Tayang Eksklusif di Mola TV

"Saya tidak pernah merasa sedang dipenjara. Secara psikologis, saya merasa bebas. (Pengalaman) itu adalah sebuah berkah bagi saya. Hal-hal baik terjadi kepada saya selama itu," ujar Mike Tyson pada acara Mola Living Live yang dipandu mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Pengalaman pahit tersebut membuat Mike Tyson lebih mengenal dirinya sendiri dan masyarakat sekitar. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi Tyson. Ia pun berjanji pada dirinya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Saat ini, sukses bagi saya adalah menjaga diri tetap bersih. Saya memastikan tidak akan kembali lagi melakukan hal-hal buruk pada masa suram beberapa tahun silam,” katanya.

Luc BessonDOK. SHUTTERSTOCK/DENIS MAKARENKO Luc Besson

Selain Mike Tyson, sutradara kenamaan asal Perancis yang sukses menembus dunia Hollywood Luc Besson juga bercerita tentang masa lalunya yang tidak begitu indah pada episode lain di Mola Living Live.

Meskipun ia telah menciptakan film box office, seperti A Monster in Paris (2011), Taken 2 (2012), dan Anna (2019), Luc Besson tidak melupakan perjalanan hidupnya pada masa sulit.

“Saya datang dari keluarga yang sangat sulit. Jadi, sensitivitas saya sangat besar dan saya harus bisa melawan segala kesulitan dan tantangan. Saya harus membuktikan kalau saya bukanlah sebuah kesalahan, saya layak berada di sana (tangga kesuksesan),” kisah Luc Besson.

Baca juga: Dorong Perfilman Indonesia ke Kancah Internasional, Mola TV Hadirkan Luc Besson untuk Berbagi Kisah

Dengan tekad dan kemauan yang kuat, Luc Besson pun terus berusaha untuk mewujudkan impiannya untuk sukses.

“Saya harus menunjukkannya dengan karya. Sebab, dengan mengekspresikan kegelisahan, ini akan membuat seseorang hidup. Saya eksis karena saya bisa berbicara (lewat karya seni). Satu-satunya seni yang bisa mengekspresikan diri saya adalah film,” jelas Luc Besson tentang sesuatu yang membuatnya sukses di dunia perfilman.

Sharon Stone live di Mola TVMola TV Sharon Stone live di Mola TV

Perjuangan hidup

Di episode berikutnya, giliran aktris, produser, sekaligus mantan model fesyen Sharon Stone membagikan pengalaman hidupnya. Memang, dengan segala kesuksesan yang menyertainya, banyak orang menganggap Sharon Stone adalah perempuan yang beruntung dari lahir.

Namun, fakta membuktikan sebaliknya. Pasalnya, Sharon Stone lahir dari keluarga blue collar, pekerja dengan upah per jam atau mingguan. Pada suatu masa, keluarganya tertimpa krisis ekonomi dan sang ayah harus ekstra membanting tulang untuk memenuhi keluarga dengan empat orang anak.

“Selain bekerja sebagai buruh, ayah biasanya berburu atau menjadi nelayan pada musim dingin untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Sharon Stone.

Baca juga: Dipandu oleh Reza Rahadian, Aktris Sharon Stone Akan Berbagi Pengalaman Hidupnya di Mola TV

Atas dasar itu, ia pun berniat membantu ayahnya dengan meninggalkan bangku sekolah dan berkarier sebagai model. Awalnya, rencana itu ditentang oleh sang ayah. Namun, karena situasi yang tidak membaik, akhirnya ayahnya memberikan izin Sharon Stone bekerja di New York.

Di New York, Sharon mulai meniti karier di dunia modeling. Ia kerap tampil sebagai model iklan produk kecantikan, baik untuk media cetak maupun televisi. Kemudian, demi mengembangkan kariernya, Sharon pun memutuskan pindah ke Los Angeles dan menjalani karier sebagai aktris film secara serius.

Setelah beberapa tahun menjalani profesi di dunia hiburan, nama Sharon Stone akhirnya melambung usai membintangi film Basic Instinct (1992).

Sutradara Darren Aronofsky membagikan cerita tentang pembuatan film-filmnya yang biasa membahas isu kesehatan mental dan lingkungan.Mola TV Sutradara Darren Aronofsky membagikan cerita tentang pembuatan film-filmnya yang biasa membahas isu kesehatan mental dan lingkungan.

Setali tiga uang dengan Sharon Stone, seorang sutradara, produser, sekaligus penulis naskah asal AS yang dikenal dengan film-film psychological thriller bernuansa surealis dan melodramatis, Darren Aronofsky, juga bercerita perjuangan hidupnya di acara Mola Living Live.

Darren, begitu ia kerap disapa, mengawali kariernya dari film Pi (1998). Lewat karya itu, Darren pun dikenal sebagai sutradara film festival. Dalam bincang-bincangnya di Mola TV, Darren membagikan tips agar bisa bertahan di dunia perfilman dari pengalamannya sendiri.

Sebagai seorang sineas, Darren selalu mengedepankan kualitas karya dibanding komersial. Hal ini sempat membuat dirinya terhambat karena filmnya dianggap tidak bisa menghasilkan uang.

“Seperti yang Anda tahu, ini bukan hal yang mudah dilakukan. Untuk bisa mendapatkan hasil bagus Anda harus terus-menerus bertemu orang yang menolak Anda dan berkata tidak. Namun, penolakan demi penolakan justru menjadi rahasia utama di balik karier saya selama ini,” ceritanya.

Baca juga: Serial Younger Tayang Eksklusif 6 Season di Mola TV, Bagaimana Kisahnya?

Bagi Darren, perjuangan mengatasi penolakan demi penolakan itulah yang membentuk dirinya pada masa kini. Seperti kata Spike Lee di awal artikel, kesuksesan tak datang dalam semalam.

“Saya tidak tahu bagaimana bisa memperjuangkannya jika tidak percaya bahwa di lubuk hati terdalam saya mencoba membuat sesuatu yang menginspirasi,” jelas Darren.

Perjuangan, keterpurukan, pengalaman, dan pelajaran hidup membawa mereka bisa berada di puncak karier dan menginspirasi banyak orang.

Untuk menyimak kisah inspiratif tokoh-tokoh tersebut secara penuh, Anda bisa menyaksikannya di Mola TV.

Dengan paket berlangganan mulai dari Rp 12.500, Anda tak hanya mendapatkan hiburan semata, tetapi juga wawasan dan inspirasi yang bermanfaat bagi kehidupan. Silakan klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut.

Selamat menyaksikan!


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar