BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Mola TV

Dorong Perfilman Indonesia ke Kancah Internasional, Mola TV Hadirkan Luc Besson untuk Berbagi Kisah

Kompas.com - 23/10/2020, 09:57 WIB
Luc Besson DOK. SHUTTERSTOCK/DENIS MAKARENKOLuc Besson
|

KOMPAS.com – Siapa sangka, dari yang awalnya hanya membuat naskah untuk penghilang rasa bosan di sekolah, karyanya kini justru mendunia. Dia adalah Luc Besson, seorang sutradara asal Perancis yang telah menciptakan beberapa film box office.

Dilansir dari imdb.com, Luc berhasil menunjukkan kreativitas dan bakatnya di dunia perfilman sejak usia muda. Terbukti, ia menulis draf naskah film The Big Blue (1988) dan The Fifth Element (1997) saat masih remaja.

Pada usia 18 tahun, ia pun menyadari bahwa film adalah media yang dapat menggabungkan minat dan bakatnya dalam berbagai disiplin seni secara bersamaan.

Atas dasar itu, ia mulai mengambil pekerjaan sambilan di berbagai rumah produksi untuk semakin menajamkan bakatnya.

Seiring waktu berjalan, Luc pun berhasil dikenal sebagai salah satu sutradara dan produser asal Perancis yang sukses “mengguncangkan” dunia Hollywood dengan karya-karyanya. Sebut saja A Monster in Paris (2011), Taken 2 (2012), dan Anna (2019).

A Monster in Paris sebenarnya bukan karya Luc langsung. Namun, film ini menunjukkan tangan dingin dan kepiawaian Luc sebagai seorang produser.

Luc dapat “mencium” film yang bakal mendapatkan sambutan positif di kalangan moviegoers. Buktinya, film animasi 3D yang menggabungkan genre fantasi, fiksi sains, petualangan, dan musikal itu mendapatkan skor 87 persen di Rotten Tomatoes.

Hal ini berarti, film A Monster in Paris diberi penilaian bagus di kalangan kritikus film. Kritikus film The Guardian Peter Bradshaw, misalnya, menyebut film tersebut sebagai salah satu film animasi terbaik. A Monster in Paris, imbuh Bradshaw, punya gaya eksentrik khas gabungan antara film Hunchback of Notre Dame dan King Kong.

Selain itu, sejak diluncurkan pada 2011, A Monster in Paris telah menyabet beberapa penghargaan, di antaranya Annie Award (2012) untuk nominasi desain karakter dan dua penghargaan César Awards (2012) untuk nominasi best animated film serta best original music.

Selanjutnya, ada film Taken 2. Pada film ini, Luc berperan sebagai produser sekaligus penulis naskah. Film dengan genre action-thriller ini merupakan salah satu karyanya yang berhasil menjadi box office di Hollywood.

Dengan bujet pembuatan senilai 45 juta dollar AS, Taken 2 berhasil meraup keuntungan kotor sebanyak 376,1 juta dollar AS dari seluruh dunia.

Terakhir, ada Anna. Film ber-genre action-thriller ini juga menjadi box office di Hollywood. Pada proses produksi film ini, Luc sendiri yang menjadi sutradara, produser, sekaligus penulis naskah.

Film Anna bercerita tentang seorang wanita cantik asal Rusia yang direkrut oleh Committee for State Security (KGB)–pasukan polisi rahasia Uni Soviet–pada awal 1990-an. Di sana, ia dilatih untuk menjadi pembunuh di samping ia juga menyamar sebagai model fesyen.

Sutradara asal Perancis Luc Besson akan menjadi pembicara pada acara Mola Living Live, Jumat (23/10/2020).DOK. MOLA TV Sutradara asal Perancis Luc Besson akan menjadi pembicara pada acara Mola Living Live, Jumat (23/10/2020).

Tayang eksklusif

Perlu diketahui, ketiga film karya Luc tersebut kini bisa disaksikan secara eksklusif di Mola TV. Tak hanya menampilkan berbagai film kerennya, Mola TV bahkan menghadirkan langsung Luc Besson sebagai pembicara pada acara Mola Living Live.

Perwakilan Mola TV Mirwan Suwarso mengatakan, Luc memiliki prestasi yang mengesankan. Meskipun berasal dari tradisi sinema Perancis, hampir semua film yang ia buat berhasil menembus pasar internasional.

“Kami berharap pola pikir global Luc bisa membantu sineas Indonesia untuk juga melirik potensi pasar yang ada di luar Indonesia. Di era globalisasi, dunia semakin sempit dan sayang jika hanya membidik pasar di negara sendiri. Hal ini tentunya juga berlaku bagi industri-industri lain dan bukan perfilman saja,” ujar Mirwan dalam rilis resmi yang Kompas.com terima, Rabu (21/10/2020).

Tayangan produksi Mola TV, lanjut Mirwan, saat ini sudah disiarkan di lebih dari 90 negara. Menurutnya, banyak produser film Indonesia yang karyanya pun layak dipasarkan ke pasar internasional.

“Pada acara Mola Living Live, Luc akan berbagi pengalaman secara langsung. Selain itu, acara ini juga dilengkapi dengan fitur interaktif yang memperbolehkan pemirsa turut berpartisipasi dalam sesi tanya-jawab dengan Luc,” jelasnya.

Mirwan mengatakan, Mola Living Live merupakan salah satu inisiatif Mola TV yang tak hanya menghadirkan hiburan belaka, tetapi juga mendidik dan membuka wawasan sehingga bisa meningkatkan kualitas publik Indonesia.

Setelah Luc Besson, masih banyak tokoh dunia yang dipastikan akan hadir di acara Mola Living Live di Mola TV, di antaranya Sharon Stone, Sylvester Stallone, sutradara Darren Aronofsky, dan komposer film ternama Hans Zimmer.

“Kami pastikan setiap bulannya minimal satu tokoh dunia yang akan berbagi pengalaman di acara diskusi inspiratif ini,” ujar Mirwan.

Perlu diketahui, acara Mola Living Live bersama Luc Besson akan digelar Jumat, (23/10/2020) pada pukul 22.00 WIB dan ditayangkan secara eksklusif di Mola TV.

Untuk menyaksikannya, Anda bisa berlangganan paket Movies & Kids yang bisa didapatkan mulai dari Rp 12.500 dan Anda pun bisa mengakses seluruh film di Mola TV beserta tayangan program anak-anak sepuasnya.

Selamat menonton!


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar