Magma dan Base Entertainment Ajak Para Pelaku Film Siasati Covid-19

Kompas.com - 12/10/2020, 21:21 WIB
BASE Entertainment & Partner, (baris belakang ki-ka) Justin Kim - CJ Entertainment, Joko Anwar, Sunil Samtani (RAPI Films), Sunar Samtani (RAPI Films)
(baris tengah ki - ka) Eveline Listijosuputro, Ben Soebiakto, Tia Hasibuan, Shanty Harmayn, Choi Yeonu - CJ Entertainment, Tanya Yuson, Oh Hye Rim - CJ Entertainment
(bawah ki-ka) Aoura Chandra, Edy Suwarno BASE EntertainmentBASE Entertainment & Partner, (baris belakang ki-ka) Justin Kim - CJ Entertainment, Joko Anwar, Sunil Samtani (RAPI Films), Sunar Samtani (RAPI Films) (baris tengah ki - ka) Eveline Listijosuputro, Ben Soebiakto, Tia Hasibuan, Shanty Harmayn, Choi Yeonu - CJ Entertainment, Tanya Yuson, Oh Hye Rim - CJ Entertainment (bawah ki-ka) Aoura Chandra, Edy Suwarno

JAKARTA, KOMPAS.com - Base Entertainment dan Magma Entertainment, dua pionir rumah produksi film di Indonesia mengajak para pelaku industri perfilman Indonesia tak patah semangat dalam berkarya, meski di tengah pandemi Covid-19 ini.

Shanty Harmayn, Chief Executive BASE Entertainment mengimbau, tiap rumah produksi harus punya satu ketentuan khusus atau aturan tegas untuk mengurangi penyebaran Covid-19 agar tidak mengganggu kegiatan produksi.

"Jika harus swab test, ya, ayo. Kita mesti tetap maju," tutur Shanty.

Produser film Garuda di Dadaku ini juga menekankan, proses adaptasi dapat dilakukan secara bertahap.

"Tiap produksi kan ada tahapnya, ya, pas di tahap satu semua oke, kita lanjut ke tahap selanjutnya, kita harus menjaga dengan ketat tiap proses yang ada," imbuh Shanty. 

Baca juga: Saran Netflix dan Disney Bagi Pelaku Film Indonesia di Tengah Pandemi

Hampir sejalan dengan pandangan Shanty, Linda Gozali selaku Produser Eksekutif Magma Entertainment juga berharap agar tiap rumah produksi menyelesaikan pekerjaan mereka masing-masing.

"Kita harus tetap berjalan. Yang sempat tertunda, ayo, jalankan lagi, dengan protokol yang ada," ujar Linda.

Meski begitu, Linda menganjurkan, agar produksi dilakukan tanpa ada harapan lebih, misal dengan memperoleh penghargaan tertentu.

"Kita kerja aja, enggak usah pikir penghargaan dulu, achievement tertentu, toh situasi sedang sulit sekarang," tambahnya. 

Baca juga: Badan Perfilman Indonesia Sarankan Tiap Rumah Produksi Miliki Tenaga Medis

Hal-hal tersebut diungkapkan dalam webinar yang diselenggarakan Akatara, forum pembiayaan film Indonesia, Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Motion Pictures Association (MPA), Senin (12/10/2020).

Webinar ini turut dihadiri oleh pihak Netflix dan Disney, dua platform penyedia jasa streaming terbesar di dunia.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X