Kompas.com - 09/09/2020, 18:03 WIB
Jakob Oetama DOK KOMPAS/JITETJakob Oetama

JAKARTA, KOMPAS.com - Seniman Jodhi Yudono menyebut mendiang Jakob Oetama telah mewariskan nilai-nilai moral bagi jurnalisme Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Jodhi Yudono dalam siaran langsung Kompas TV pada Rabu (9/9/2020).

Baca juga: Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama Wafat, Joko Anwar hingga Ananda Sukarlan Berduka

"Saya kira warisan terbesar buat Indonesia dari Pak Jakob dalam bidang jurnalistik adalah bagaimana kita mempraktikkan tugas-tugas kewartawanan kita itu dengan baik, dengan moral sebagai landasannya," ujar Jodhi Yudono.

Sebagai salah satu karyawan yang bekerja menjadi wartawan di Kompas.com, Jodhi merasa bangga menjadi seorang wartawan.

Bukan tanpa sebab, Yudhi selalu mengingat setiap perkataan dan nasihat Jakob Oetama semasa hidupnya.

Baca juga: Kenangan Jeremy Thomas Bersama Jakob Oetama: Indonesia Perlu Banyak Orang seperti Beliau

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pak Jakob sudah menurunkan, mewariskan nilai-nilai moralitas di dalam kehidupan saya sebagai seorang wartawan," kata Jodhi Yudono.

Musisi Jodhi Yudono bersama Tlaga Swara menghibur penonton saat Konser Membaca Baduy dalam rangkaian Gerakan Rayakan Perbedaan Baduy Kembali di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (6/4/2016).KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Musisi Jodhi Yudono bersama Tlaga Swara menghibur penonton saat Konser Membaca Baduy dalam rangkaian Gerakan Rayakan Perbedaan Baduy Kembali di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Bukan hanya dirinya, Jodhi Yudono menganggap setiap wartawan di Indonesia juga tertular dengan nilai-nilai moralitas yang dibangun Jakob Oetama.

"Pak Jakob itu memanusiakan manusia, sehingga apa saja yang dikatakan atau diajarkan oleh Pak Jakob itu menjadi panduan kami, panduan moral kami, panduan langkah kami," ungkap Jodhi Yudono.

Baca juga: Jakob Oetama Wafat, Wakil Wali Kota Yogyakarta: Indonesia Kehilangan Tokoh Pers Nasional

Bagi Jodhi, kepergian Jakob Oetama ini meninggalkan duka yang cukup dalam.

Selama masa hidupnya, Jodhi menyebut Jakob Oetama sebagai puisi yang indah hingga akhir hayatnya.

Jakob Oetama meninggal dalam usia 88 tahun setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara karena mengalami gangguan multiorgan.

Baca juga: Jakob Oetama dan Cintanya terhadap Manusia, Pendidikan, dan Wartawan

Jenazah Jakob Oetama akan disemayamkan di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta.

Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931. Ia mengawali kariernya pertama kali menjadi seorang guru.

Namun, dia kemudian memilih jalan sebagai wartawan hingga kemudian mendirikan jaringan media terbesar, Kompas Gramedia, bersama rekannya, PK Ojong.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.