Hampir Seluruh Bioskop di Seluruh Dunia Kembali Beroperasi

Kompas.com - 07/08/2020, 19:18 WIB
Studio di Bioskop The Premier Cinema XXI. dok. Cinema XXIStudio di Bioskop The Premier Cinema XXI.

KOMPAS.com - Meningkatnya angka penularan Covid-19 menyebabkan beberapa kota-kota besar di dunia masih memutuskan untuk lockdown atau tak beraktivitas di luar rumah sementara waktu. 

Kendati demikian, menurut data Gower Street Analytics, hampir setengah bioskop di seluruh dunia sekarang kembali beroperasi.

Dalam data tersebut, bioskop yang mewakili 48 persen box office global buka selama akhir pekan lalu. Angka itu naik dari 41 persen  pada minggu sebelumnya. 

Terdapat lonjakan yang signifikan, yakni sebanyak 28 persen pada 18 Juli 2020, yang mana bioskop-bioskop di China belum kembali beroperasi.  

Baca juga: Sinopsis Film Hummingbird, Aksi Balas Dendam Jason Statham, Tayang Malam Ini di Bioskop TransTV

Dengan adanya pandemi Covid-19, sebagian besar bioskop di seluruh dunia sekarang beroperasi dengan menerapkan social distancing atau pembatasan jumlah penonton. 

Data Gower Street Analytics menghitung, box office global mendapatkan 90 juta dollar AS selama akhir pekan hingga Minggu kemarin. 

Di sisi lain, China yang memiliki jumlah layar bioskop komersial terbesar di dunia, masih dalam proses pembukaan kembali.

Data Gower Street Analytics menunjukkan 54 persen ketersediaan box office di China pada dua pekan pertama mendapat 73 persen.  

Baca juga: Bioskop Batal Buka Lagi, Luna Maya Menahan Rindu Nonton Film

China bukan satu-satunya penyumbatan ekspansi global. Proses perluasan wilayah ini juga terjadi di Inggris dan Rusia dengan bioskop di kota Moskow diizinkan beroperasi pada Sabtu kemarin. 

Ekspansi global juga terjadi di Spanyol, yang mendapatkan pendapatan 2,4 juta dollar AS dari film Father There is Only One 2

Kerugian terbesar hingga saat ini datang dari pasar internasional, yaitu sekitar 12,8 miliar dollar AS di bawah rata-rata tiga tahun termasuk China, atau 8 miliar dollar AS jika China dikeluarkan dari persamaan.

China biasanya merupakan pasar box office terbesar kedua di dunia, tetapi tahun ini terhambat hampir enam bulan berkait pandemi, yang menyebabkan hilangnya pendapatan 4,8 miliar dollar AS.  

Baca juga: Pembukaan Bioskop Ditunda, Shanty Harmayn: Dilema yang Sangat Besar

Gower Street juga menghitung box office dari tahun ke tahun di China mengalami penurunan sebesar 94 persen.


Sumber Variety
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X