Sulit Kembali ke Bisnis Setelah Gagal Pilpres, Sandiaga Uno Beralih ke YouTube

Kompas.com - 28/07/2020, 18:39 WIB
Sandiaga Uno saat berbincang dengan pasangan selebritas Anang Hermansyah dan Ashanty YouTube The Hermansyah A6Sandiaga Uno saat berbincang dengan pasangan selebritas Anang Hermansyah dan Ashanty

JAKARTA, KOMPAS.com- Pengusaha yang belakangan aktif di dunia YouTube, Sandiaga Uno menjelaskan alasannya kini terjun di dunia YouTube.

Sandi yang telah meninggalkan dunia bisnis ketika memutuskan terjun ke dunia politik, akhirnya merasa tidak mungkin untuk kembali lagi ke bisnis pasca gagal di pemilihan Presiden.

Sandi menjelaskan hal tersebut dalam YouTube The Hermansyah A6 ""Jodohku- Kisah Inspiratif Percintaan, Mpok Nur Harus Banyak Belajar dari Ibu Nur."

Baca juga: Sandiaga Uno Terjun ke Politik, Sempat Ditentang Anak karena Hal Ini

"Jadi ideku. Terus terang setelah pilpres kita ngerasa juga kita balik lagi ke bisnis kayak dulu enggak mungkin juga," kata Sandi dikutip Selasa (28/7/2020).

"Karena udah kita serahkan pada profesional dan kita memang ingin berkontribusi sama masyarakat," sambungnya.

Sandi juga tidak tahu akan seperti apa karier politiknya nanti ke depan.

hanya saja untuk saat ini dia ingin berkontribusi terhadap masa depan milenial.

Baca juga: Jadi YouTuber, Sandiaga Uno Ditertawakan Anak-anaknya

Kesadaran Sandi akan pentingnya terjun di dunia YouTube untuk bisa mengena di hati anak milenial berawal dari tingkah anak bungsunya.

Dari perilaku sehari-hari, Sandi mengamati kalau anak bungsunya itu lebih banyak menghabiskan waktu untuk melihat Netflix, ataupun YouTube walaupun dari layar televisi.

Oleh karena itu, Sandiaga mulai menjajal YouTube dari nol subscriber.

Sandiaga mengisinya dengan berbagai tips kewirausahaan.

Seiring berjalannya waktu, ternyata banyak permintaan dari warganet untuk memperlihatkan kehidupan sehari-harinya juga.

"Dari nol subscriber, kita fight lagi, kayaknya ada challenge tersendiri, ada keinginan kita, yang pasti ini bukan dunia kita, ini dunia kalian, tapi kita ingin ada satu pesan, karena kebetulan mediumnya yang pas anak muda lihat ya medium ini (YouTube), kalau kita enggak di sini enggak relevan," kata Sandi.


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X