Industri Film Hadapi New Normal, Joko Anwar Bicara Bisnis dan Prosedur Syuting

Kompas.com - 09/07/2020, 17:10 WIB
Joko Anwar saat ditemui dalam acara peluncuran Samsung Galaxy S20 di Ballroom Ritz Calton, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020). KOMPAS.com/IRA GITAJoko Anwar saat ditemui dalam acara peluncuran Samsung Galaxy S20 di Ballroom Ritz Calton, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembawa acara Helmy Yahya berkesempatan berbincang-bincang dengan sutradara Joko Anwar melalui kanal YouTube Helmy Yahya Bicara.

Dalam perbincangan itu, Helmy Yahya menyinggung Joko Anwar terkait masa depan perfilman Indonesia.

Baca juga: Akses Netflix Dibuka Telkom, Joko Anwar: Ekosistem Industri Film Semakin Sehat

“Bagaimana ke depan industri perfilman, bioskop dengan alasan social distancing kan tidak akan maksimum, revenue bioskop tidak maksimum akan memengaruhi budget produksi film?” tanya Helmy Yahya kepada Joko Anwar seperti dikutip Kompas.com, Kamis (9/7/2020).

Joko Anwar menjawab, ada dua hal yang akan terjadi di masa depan perfilman Indonesia, yakni dari segi bisnis dan prosedur syuting yang tentunya akan menambah biaya produksi.

Baca juga: Joko Anwar Percaya Bioskop Tanah Air Bakal Diserbu Masyarakat Saat Dibuka Kembali 29 Juli 2020

Adanya tambahan biaya produksi lantaran rapid test atau PCR test yang wajib dijalankan semua kru atau pihak yang terlibat dalam proses produksi film.

“Ya ini seperti krunya rapid test, PCR test sebelum syuting terus tentunya kalau kita pysichal distancing prosedur lain, kita harus membuatnya molor. Mungkin karena molor ada beberapa adegan dipendekin atau dihilangkan,” tutur Joko Anwar lagi.

Baca juga: Teka-teki Film Kesembilan Joko Anwar

Sementara dari segi bisnis, Joko juga memprediksi akan kesulitan dalam hal penayangan film di bioskop.

Selain itu, kapasitas penonton di bioskop akan terbatas dengan adanya new normal.

“Dari segi bisnis filmnya akan menderita produksinya kemudian penayangannya exhibitor, bioskop-bioskop juga masih akan memiliki kapasitas terbatas,” ucap Joko Anwar lagi.

Baca juga: Joko Anwar Sebut 2 Faktor Keberhasilan Luar Negeri Berantas Pembajak Film

“Paling enggak saya memperkirakan sampai dengan akhir tahun depan. Dari segi bisnis tentunya akan sangat berpengaruh pasca covid. Tapi menurut saya kepercayaan masyarakat Indonesia itu tidak akan berkurang. Karena ketika kita berhenti pada saat penonton sedang percaya-percayanya sama kita, film Indonesia,” tutur Joko lagi.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X