Kompas.com - 22/04/2020, 14:42 WIB
Artis peran Nafa Urbach berpose usai wawancara film Kembang Kantil di Kantor Redaksi Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (10/4/2018). Film ini menjadi film horor pertama Nafa setelah lima tahun menolak berbagai tawaran main film horor. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELArtis peran Nafa Urbach berpose usai wawancara film Kembang Kantil di Kantor Redaksi Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (10/4/2018). Film ini menjadi film horor pertama Nafa setelah lima tahun menolak berbagai tawaran main film horor.
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Nafa Urbach mengkhawatirkan nasib sinetron Indonesia saat ini.

Dia melihat pada masa social distancing karena pandemi Covid-19, masyarakat mulai beralih menonton program di layanan streaming, termasuk drama Korea.

Layanan streaming tersebut biasanya memuat lebih banyak konten luar negeri ketimbang buatan dalam negeri.

Baca juga: Nafa Urbach: Pelan-pelan Sinetron Indonesia Bisa Ditinggal Penonton yang Beralih ke Drama Korea

"Jadi selama karantina ini banyak orang yang download Viu dan Netfflix. Ada pendatang baru, ada juga yang penonton lama," kata Nafa Urbach saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/4/2020) petang.

Dari situlah Nafa merasa tren yang muncul saat ini bisa mengancam masa depan sinetron hasil karya anak bangsa.

"Nah itu menurut aku akan menjadi suatu ancaman buat sineas sinetron Indonesia, kalau seandainya para sinetron Indonesia atau sineas Indonesia kerjaannya tidak membuat sesuatu gebrakan yang baru," jelas Nafa Urbach.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Turuti Permintaan Mantan Suami, Nafa Urbach Nyanyikan Lagu Glenn Fredly

Menurut perempuan kelahiran 15 Juni 1980 ini, perkembangan zaman membuat manusia semakin jeli untuk mengakses teknologi.

"Karena orang kan semakin hari semakin pintar ya. Mungkin orang-orang kampung yang udah pakai handphone dia udah bisa beli Viu yang sebulan cuma Rp 29.000 atau mungkin Netflix yang sebulan cuma Rp 79.000 dan mereka bisa menonton film apapun yang mereka mau," tuturnya.

Karena itu dia berpendapat perlu ada perubahan pada cara menggarap sinetron di Tanah Air agar masyarakat sendiri tidak meninggalkan hiburan lokal.

Baca juga: Nafa Urbach Pasang Foto Umur 16 Tahun, Zack Lee: Coba Foto Belum Mandi

"Kalau seandainya sinetron Indonesia tidak membuat gebrakan dari segi cerita, dari segi pengambilan gambar, dari segi kualitas akting, dari segi kualitas cerita, orang tidak akan nonton sinetron lagi nantinya," ujar Nafa Urbach.

Sebelumnya Nafa mengungkapkan keresahannya itu di Insta Story akun Instagram-nya @nafaurbach.

Ibunda dari Mikhaela Lee ini berdiskusi dengan warganet dan menurutnya saat ini penonton Indonesia telah beralih ke drama Korea.

Baca juga: Sukses Bikin Baper, 4 Drama Korea Ini Sayang jika Dilewatkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.