Hari Lahir Sang Ibu, Ayu Dewi Berduka Setiap Tanggal 21 April

Kompas.com - 21/04/2020, 14:43 WIB
Pembawa acara Ayu Dewi saat ditemui di peringatan Hari Toilet Sedunia bersama Vixal di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019). KOMPAS.COM/Dian Reinis KumampungPembawa acara Ayu Dewi saat ditemui di peringatan Hari Toilet Sedunia bersama Vixal di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi presenter Ayu Dewi, tanggal 21 April bukan hanya sekedar memperingati emansipasi wanita berkat sosok RA Kartini.

Tetapi, tanggal 21 April selalu membuat Ayu Dewi merasa sepi karena teringat akan sosok ibundanya yang telah meninggal dunia.

Sambil mengunggah foto hitam putih ibunya, Ayu Dewi menulis pesan haru di media sosialnya.

"Tanggal 21 April ku kini sepi. Tanggal 21 April ku kini sunyi," tulis Ayu, seperti dikutip Kompas.com dari akun @mrsayudewi, Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Ayu Dewi Ajarkan Anak Setrika Baju Dampak Sekolah Diliburkan karena Corona

Di balik tawa yang selalu diperlihatkan, Ayu Dewi rupanya menyimpan duka sejak kepergian ibunya, Sekar Dewi dua tahun lalu.

"Tak banyak yang tahu jika air mata ini masih menetes 3x sehari. Sampai detik ini, ini hari kelahiranmu duhai Kartiniku," tulis Ayu Dewi.

Ayu Dewi seolah sedang bercakap dengan ibunya, menceritakan kondisi saat ini yang sedang dalam pandemi virus corona.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Tanggal 21 April ku kini sepi Tanggal 21 April ku kini sunyi Sudah 2 taun ku merasa begini.. Dibalik tawa tiwi yang kuberi Tak banyak yang tau jika air mata ini masi menetes 3x sehari Sampai detik ini.. Ini hari kelahiranmu, duhai Kartiniku.. Yang memperkenalkanku pada indahnya dunia Yang lindungiku dari kesusahan jiwa raga Apa kabar sayang, sedang apa disana Kami disini sedang pilu akan pandemi.. Tiap-tiap kali kudengar berita ada yang dipasangkan ventilator lalu berpulang, Kuingat kala itu... Berbekal ventilator di hari-hari terakhirmu.. Menit-menit itu, detik-detik terperih dalam hidupku Kuhantarkan belahan jiwaku, cintaku, dirimu, pulang dalam genggamanku.. Maafkan aku Yaa Raab, jikalau masih menangisi ketentuanMu.. Aku hanya rindu, dengan Ciptaan Mu Yang kusebut Ibuku.. 21 April ku tak kan pernah lagi sama Tapi kukan coba kumpulkan semua kekuatan yang kupunya, untuk bisa selalu alirkan doa dan amalan untukmu Ibu.. Al Fatihah untukmu..selalu... #IbukuKartiniku #AyuDewiStory

A post shared by Mrsayudewi (@mrsayudewi) on Apr 20, 2020 at 11:41pm PDT

Selain itu, Ayu Dewi juga bercerita bahwa dia akan selalu teringat ibunya setiap mendengar kata ventilator.

Pasalnya, alat tersebut yang menjadi penopang hidup ibunya di saat-saat terakhirnya.

Baca juga: Cegah Corona, Ayu Dewi Semprot Perabotan Rumah Tangganya dengan Disinfektan

Ibu tiga orang anak ini juga meminta maaf karena seharusnya tak menangisi apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan.

Tetapi, Ayu Dewi hanya merindukan sosok ibu yang kini sudah tidak ada lagi di sisinya.

Bagi Ayu Dewi, 21 April tidak akan pernah terasa sama lagi sejak kepergian sang ibu.

Kini, sebagai anak Ayu Dewi hanya bisa mengantarkan doa bagi sang ibunda.

Sebagai informasi, ibu dari Ayu Dewi meninggal dunia tanggal 29 November 2018.

Saat itu, Ayu Dewi terlihat sangat terpukul. Ia tak berhenti menangis dan tak bisa memberikan pernyataan pada awak media.

Baca juga: Sekolah Libur Gara-gara Virus Corona, Ayu Dewi Tak Tergoda Ajak Anak Bepergian


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X