Kangen Anak, Rey Utami Demam sampai Khawatirkan Psikologi

Kompas.com - 04/02/2020, 10:08 WIB
Pablo Benua (baju kotak-kotak, Galih Ginanjar, dan Rey Utami saat sidang pemanggilan saksi lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020) KOMPAS.com/ MELVINA TIONARDUSPablo Benua (baju kotak-kotak, Galih Ginanjar, dan Rey Utami saat sidang pemanggilan saksi lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020)
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus pencemaran nama baik terkait vide ikan asin, Rey Utami, mengaku sedang sakit saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020).

Istri Pablo Benua itu mengaku sangat merindukan anaknya yang baru berusia 1,5 tahun, Aaron.

1. Tujuh bulan tak bertemu anak

Menurut Rey Utama, dia sakit bukan karena memikirkan tentang sidang.

"Enggak ada (faktor pikiran). Aku malah kangen sama anak," tutur Rey Utami.

Ia membenarkan bahwa kesehatannya menurun karena kangen anaknya, Aaron, yang masih berusia 1,5 tahun.

"Iya. Bayangin saja Mas sudah tujuh bulan enggak ketemu anak," tutur Rey Utami.

Baca juga: Sakit Saat Sidang, Rey Utami: Bayangkan Saja Sudah 7 Bulan Enggak Bertemu Anak

2. ASI kering

Selama menjalani proses hukum, Rey Utami tak bisa menyusui anaknya yang masih dalam tahap ASI.

Rey menuturkan sambil menangis bahwa harus menerima kenyataan ASI-nya kering karena terlalu lama tak menyusui.

"Sudah enggak bisa nyusuin lagi, karena air susunya kan sudah kering. Soalnya kan anak enggak bisa dibawa sama kita di rutan. Enggak bisa tinggal bareng sama kita," kata Rey Utami.

Diketahui, Rey Utami ditahan sejak Juli 2019. Sejak saat itu, ia harus berpisah dari Aaron Tudor dan putra pertamanya.

Baca juga: Menangis Tak Bisa Berikan ASI pada Anak, Rey Utami: Sudah Kering

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X