Menangis Tak Bisa Berikan ASI pada Anak, Rey Utami: Sudah Kering

Kompas.com - 03/02/2020, 17:17 WIB
Rey Utami dan Pablo Benua saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). KOMPAS.com/Revi C Rantung Rey Utami dan Pablo Benua saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus pencemaran nama baik dan konten asusila terkait video ikan asin, Rey Utami menuturkan rindu pada anaknya, Aaron Tudor.

Pasalnya, sudah selama tujuh bulan, Rey Utami harus ditahan dan berpisah dari Aaron yang kini berusia 1,5 tahun tersebut.

Hari ini, Senin (3/2/2020) Rey Utami bersama terdakwa lainnya, Pablo Benua dan Galih Ginanjar akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca juga: Kembali Jalani Sidang Ikan Asin, Rey Utami Mengaku Menggigil

Kepada awak media, Rey Utami mengungkapkan rasa rindu pada putra bungsunya tersebut.

"Bayangin saja sudah tujuh bulan enggak ketemu anak," tutur Rey Utami.

Bahkan, istri Pablo Benua tersebut juga tak bisa memberi ASI kepada anaknya yang kini berusia 1,5 tahun.

Akibatnya, Rey harus menerima kenyataan ASI-nya kering karena terlalu lama tak menyusui.

Baca juga: Sakit Saat Sidang, Rey Utami: Bayangkan Saja Sudah 7 Bulan Enggak Bertemu Anak

"Sudah enggak bisa nyusuin lagi, karena air susunya kan sudah kering. Soalnya kan anak enggak bisa dibawa sama kita di rutan. Enggak bisa tinggal bareng sama kita," kata Rey Utami.

Rey Utami hanya berharap bisa memboyong sang anak ke tahanan agar dapat terus bersama dan merawat sang anak.

"Memang harus pisah sama kita. Kalau bisa minta sih mau bawa anak saya saja ke Rutan, tidur bareng sama dia," tutur Rey Utami lalu menangis.

Diketahui, Rey Utami ditahan sejak Juli 2019. Semenjak saat itu, ia harus berpisah dari Aaron Tudor dan putra pertamanya.

Baca juga: Jika Bebas, Pablo Benua dan Rey Utami Berencana Masuk Pesantren


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X