Garin Nugroho: Saya Kecewa Pemerintah Banyak Mulutnya, Tindakannya Tidak Ada

Kompas.com - 13/11/2019, 15:39 WIB
Sutradara Garin Nugroho, saat diwawancara di newsroom Harian Kompas, Gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016). KOMPAS.com / DINO OKTAVIANOSutradara Garin Nugroho, saat diwawancara di newsroom Harian Kompas, Gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Garin Nugroho mengaku kecewa terhadap pemerintah karena film arahannya, Kucumbu Tubuh Indahku, kembali dihentikan pemutarannya.

Setelah Semarang, kali ini film Kucumbu Tubuh Indahku dihentikan paksa penayangannya di Bandar Lampung oleh sekelompok ormas keagamaan.

Garin mengaku kecewa terhadap pemerintah yang selama ini selalu bersuara anti radikalisme.

Baca juga: Kucumbu Tubuh Indahku Dihentikan Paksa, Garin Nugroho: Pemerintah Dipermalukan

Namun, tidak ada aksi nyata atas wacana tersebut.

"Saya cuma kecewa saja sama pemerintah yang banyak mulutnya, tetapi enggak pernah bertindak keras. Selalu mengusung pluralisme, tetapi tindakannya tidak ada," kata Garin Nugroho saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/11/2019).

Garin menganggap pemerintah belum bertindak tegas pada ormas-ormas keagamaan.

Baca juga: Film Kucumbu Tubuh Indahku Dihentikan Paksa, Garin Nugroho: Pemerintah Tindak Tegas Dong

Menurut Garin, ormas-ormas tersebut telah melanggar aturan dengan membubarkan paksa penayangan film Kucumbu Tubuh Indahku.

"Pemerintah tindak tegas dong, masukkan penjara yang melakukan tindakan pelanggaran hukum. Harapannya ya lakukan tindakan hukum sesuai prosedur hukum saja," ucap Garin.

Meski ditolak sana-sini, prestasi membanggakan ditorehkan film Kucumbu Tubuh Indahku.

Baca juga: Dicekal Lagi, Film Kucumbu Tubuh Indahku Raih 11 Nominasi dalam FFI 2019

Sejumlah massa ormas keagamaan mendatangi Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan menghentikan pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku yang ditaja oleh Klub Nonton, Selasa (12/11/2019). Massa ormas keagamaan menilai film itu mempromosikan isu LGBT.KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Sejumlah massa ormas keagamaan mendatangi Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan menghentikan pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku yang ditaja oleh Klub Nonton, Selasa (12/11/2019). Massa ormas keagamaan menilai film itu mempromosikan isu LGBT.
Selain mewakili Indonesia pada Piala Oscar 2020, Kucumbu Tubuh Indahku juga masuk 11 nominasi dalam Festival Film Indonesia 2019.

Meski demikian, menurut Garin, semua prestasi yang diraihnya kalah dengan tindakan radikalisme yang dialamatkan pada karyanya tersebut.

"Walaupun dapat penghargaan dari beberapa negara, ini sudah dapat penghargaan banyak, kan, termasuk FFI nominasi, tetapi prestasi itu tenggelam nanti kalau pembiaran terhadap radikalisme, penghakiman sehari-hari terus terjadi," ujar Garin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X