Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 06/02/2023, 11:49 WIB
Abdul Haris Maulana,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat memelihara kucing di dalam rumah, hal penting yang harus dipikirkan setiap pemiliknya adalah menjaga kebersihan kotorannya.

Oleh karena itu, pasir kucing menjadi salah satu perlengkapan yang perlu dimiliki untuk menampung kotoran kucing, sehingga mereka tidak buang air sembarangan. Terkait dengan pasir kucing, terdapat beberapa jenis pasir kucing yang bisa kamu pilih.

Dikutip dari kanal YouTube Petshop Indonesia, berikut ini jenis-jenis pasir kucing yang bisa kamu pilih beserta keunggulannya.

Baca juga: 8 Ras Kucing Ini Tidak Punya Bulu, Penampilannya Unik

Ilustrasi jenis-jenis pasir kucing. SHUTTERSTOCK/NOTOFOTO STUDIO Ilustrasi jenis-jenis pasir kucing.

1. Pasir zeolit

Sesuai dengan namanya pasir ini terbuat dari batuan zeolit yang telah dipecahkan menjadi kecil-kecil. Pasir zeolit biasanya tersedia dalam beberapa ukuran, dari yang halus hingga yang agak besar.

Pasir zeolit yang dijual di petshop terdekat biasanya terdiri dari tiga ukuran yaitu nomor, 1 nomor 2, dan nomor 3.

Pasir jenis ini termasuk yang terbanyak digunakan oleh pecinta kucing, karena bisa didaur ulang dengan cara dicuci ulang.

Cara mencuci pasir ini adalah dengan cara membuang kotoran kucing dari pasirnya, lalu rendam, dan cuci pasir dengan air sabun. Setelah itu, jemur pasir zeolit di terik matahari lalu pasir bisa kembali kamu gunakan.

Baca juga: Kucing Peliharaan Hilang? Lakukan Hal 3 Ini

Karena bisa dicuci, pasir zeolit relatif hemat. Namun, pasir ini memiliki daya serap yang kurang. 

Oleh karena itu, jangan heran apabila kamu tetap bisa mencium aroma kotoran kucing yang tidak sedap. Selain itu, pasir zeolite juga cenderung berdebu, sehingga kurang baik untuk pernapasan manusia dan kucing.

 

Ilustrasi kotak pasir kucing. SHUTTERSTOCK/IMG STOCK STUDIO Ilustrasi kotak pasir kucing.

2. Pasir bentonite

Pasir bentonite atau biasa juga disebut dengan nama pasir gumpal atau pasir wangi. Sesuai namanya, pasir ini akan menggumpal ketika terkena air pipis kucing, karena memiliki daya serap yang bagus.

Kelebihan lain pasir ini adalah aroma yang beraneka ragam, seperti wangi buah, bunga, kopi dan banyak lagi lainnya, sehingga bisa mengurangi bau kotoran kucing.

Baca juga: Berencana Mengadopsi Kucing Liar? Perhatikan 5 Hal Ini

3. Pasir kristal

Pasir kucing satu ini disebut pasir kristal karena buliran-bulirannya yang menyerupai kristal.

Pasir kristal merupakan pilihan yang cocok untuk kamu yang sibuk, sehingga jarang bisa membersihkan kotoran kucing.

Ilustrasi kucing buang kotoran di kotak pasir, Ilustrasi kotak pasir kucing. Shutterstock/lowpower225 Ilustrasi kucing buang kotoran di kotak pasir, Ilustrasi kotak pasir kucing.

Selain memiliki daya serap sampai dengan 40 kali berat kucing sendiri, pasir ini juga tidak berdebu. Akan tetapi, kamu harus sangat berhati-hati ketika menggunakan pasir kucing jenis ini.

Selain berisiko tinggi tertelan oleh si kucing, pasir ini juga memiliki sisi tajam yang agak runcing. Selain itu, pasir kristal juga mudah menempel di kaki kucing dan kurang cocok untuk anak kucing.

Baca juga: Deretan Tanaman Bunga Cantik Tapi Berbahaya Bagi Kucing

4. Pasir organik

Pasir organik kucing tidaklah terbuat dari pasir, melainkan beberapa macam bahan seperti kertas, serbuk kayu, jagung, tahu, atau gandum. Kelebihan pasir ini adalah menyerap bau secara alami dan bebas debu sehingga aman untuk kucing yang memiliki masalah pernapasan.

Jenis pasir kucing ini juga aman apabila dibuang ke dalam kloset. Jika dibuang di tanah, pasir ini juga dapat menjadi penyubur tanaman.

Nah, itulah beberapa jenis pasir kucing yang biasa digunakan dan bisa kamu pilih untuk menampung kotoran kucing. Setiap pasir kucing memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jadi, pilihlah yang menurutmu paling cocok.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Cara Mencuci Sepatu dengan Mesin Cuci

Cara Mencuci Sepatu dengan Mesin Cuci

Do it your self
8 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Laci Oven

8 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Laci Oven

Home Appliances
Cara Membersihkan Cincin Karet Mesin Cuci

Cara Membersihkan Cincin Karet Mesin Cuci

Home Appliances
6 Cara Meningkatkan Tampilan Lemari Dapur dengan Biaya Minim

6 Cara Meningkatkan Tampilan Lemari Dapur dengan Biaya Minim

Decor
7 Tanaman Hias yang Tumbuh Subur di Kamar Mandi

7 Tanaman Hias yang Tumbuh Subur di Kamar Mandi

Pets & Garden
5 Makanan yang Tidak Boleh Dimasak di Oven Pemanggang Roti

5 Makanan yang Tidak Boleh Dimasak di Oven Pemanggang Roti

Home Appliances
4 Manfaat Hidrogen Peroksida untuk Membersihkan Rumah

4 Manfaat Hidrogen Peroksida untuk Membersihkan Rumah

Housing
6 Tanaman Hias Dalam Ruangan yang Cepat Tumbuh

6 Tanaman Hias Dalam Ruangan yang Cepat Tumbuh

Housing
6 Manfaat Baking Soda untuk Hewan Peliharaan

6 Manfaat Baking Soda untuk Hewan Peliharaan

Pets & Garden
5 Hal yang Harus Disiapkan di Dapur Sebelum Berlibur

5 Hal yang Harus Disiapkan di Dapur Sebelum Berlibur

Housing
Cara Membersihkan Kasur dengan Bahan Alami

Cara Membersihkan Kasur dengan Bahan Alami

Do it your self
Cara Membersihkan Alat Pemanggang Daging Setelah Membakar Satai

Cara Membersihkan Alat Pemanggang Daging Setelah Membakar Satai

Do it your self
6 Cara Menyimpan Rempah yang Benar agar Tetap Awet

6 Cara Menyimpan Rempah yang Benar agar Tetap Awet

Do it your self
Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tahan Lama

Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tahan Lama

Do it your self
Tips Menata Freezer untuk Mengurangi Kekacauan

Tips Menata Freezer untuk Mengurangi Kekacauan

Home Appliances
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com