Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Rencana Pelabelan BPA Free pada Kemasan Galon Perlu Dikaji Ulang?

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini muncul wacana pelabelan BPA Free atau bebas Blisphenol A pada kemasan galon air minum. Ini terkait dengan risiko paparan BPA pada kemasan terhadap kesehatan.

Pihak Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menyampaikan presentasi terlebih dulu terkait pro kontra terkait rencana kebijakan itu sebelum mengeksekusinya.

“Kami sama sekali belum mendengar rencana itu. Saya pikir kita harus endorse ke teman-teman Badan POM untuk mengkaji ulang rencana kebijakan itu,” ujar Asisten Deputi Pangan Kemenko Perekonomian, Muhammad Saifulloh, dalam acara diskusi media Regulasi Kemasan Pangan dan Dampaknya Pada Iklim Usaha dan Perekonomian pada Kamis (2/12/2021) lalu.

Menurut Saifulloh, pihaknya aakan menjadikan apa yang disampaikan Kemenperin dan Aspadin sebagai base line utama untuk melihat secara ideal terkait Perubahan Kedua atas Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan itu.

“Masalah nanti BPOM ingin meng-goal-kan regulasi yang sekarang ini, harus menyampaikan dulu presentasi secara pro-kontranya. Saya pikir BPOM tidak bisa secara serta merta secara sendiri mengeksekusi regulasi itu,” ucapnya.

Menurutnya, dalam menyusun kebijakan label BPA Free terhadap galon guna ulang itu, BPOM seharusnya juga melihat keseimbangan usaha di Indonesia.

Karenanya, dia mengajak Kemenperin dan juga Aspadin untuk sama-sama mendorong BPOM untuk mengkaji ulang rencana kebijakan pelabelan BPA Free terhadap galon guna ulang.

Dia berjanji akan berdiskusi secepatnya dengan Kemenperin dalam konteks regulasi yang terbaik.

Sementara itu, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Edy Sutopo menjelaskan,
pihaknya masih diberikan waktu sampai dengan Senin (6/12/2021) untuk memberikan tanggapan terhadap regulasi yang ada.

Dia menilai wacana pelabelan BPA Free terhadap air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang yang dilakukan BPOM cenderung diskriminatif. Seharusnya, menurut dia, kebijakan itu harus berlaku umum.

“Kalau kita meregulasi suatu kemasan plastik, ya jangan hanya PC saja. Jadi, kalau kita mau meregulasi itu tentunya harus regulasi yang bersifat umum terkait dengan kemasan plastik. Karena, masing-masing kemasan ada kelebihan dan kekurangannya,” jelas dia.

Adapun Rachmat Hidayat, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Kemasan Indonesia (Aspadin) juga menyampaikan, industri AMDK keberatan terhadap rencana perubahan peraturan BPOM terkait label pangan olahan ini.

Menurutnya, jika mau melakukan pelabelan, BPOM harus melakukannya untuk semua produk pangan. Dia merujuk kepada Peraturan BPOM No. 20 tahun 2019 tentang Kemasan Pangan dan Peraturan BPOM No.31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

“Jadi, BPOM harus membuat kebijakan atas dasar keadilan dan kesetaraan, harus mengatur semua pangan olahan dan tidak hanya AMDK,” tutur Rachmat.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/12/06/201323976/rencana-pelabelan-bpa-free-pada-kemasan-galon-perlu-dikaji-ulang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke