Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Raja Salman Infeksi Paru-paru, Sempat Nyeri Sendi dan Suhu Tinggi

Kompas.com - 20/05/2024, 08:21 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

JEDDAH, KOMPAS.com - Raja Salman di Arab Saudi menderita infeksi paru-paru dan sedang menjalani pengobatan antibiotik, kata Pengadilan Kerajaan pada Minggu (19/5/2024).

Sebelumnya pada hari yang sama, pengadilan mengatakan bahwa Raja Salman mengalami suhu tinggi dan nyeri sendi, serta menjalani tes medis di Istana Al Salam di Jeddah.

Ini adalah kali kedua dalam waktu kurang dari sebulan Pemerintah Arab Saudi berkomentar secara terbuka tentang kesehatan raja berusia 88 tahun itu.

Baca juga: Raja Salman Nyeri Sendi dan Suhu Tinggi, Akan Jalani Tes Medis

Tes pada Minggu menemukan adanya infeksi paru-paru dan dokter memutuskan program pengobatan terdiri dari antibiotik sampai peradangannya hilang, menurut pernyataan terbaru yang diterbitkan kantor berita pemerintah yakni Saudi Press Agency (SPA).

Raja Salman (88) naik takhta sejak 2015. Namun, setelah putranya yaitu Mohammed bin Salman (38) diangkat menjadi putra mahkota pada 2017, sang pangeran yang bertindak sebagai penguasa sehari-hari.

Kesehatan sang raja jarang dibicarakan, tetapi Pengadilan Kerajaan pada April 2024 mengungkapkan bahwa ia sempat dirawat di Rumah Sakit Spesialis King Faisal untuk pemeriksaan rutin. Raja Salman dipulangkan pada hari itu juga.

Sebelumnya, kali terakhir Raja Salman dirawat di rumah sakit adalah pada Mei 2022 ketika menjalani kolonoskopi dan tinggal selama lebih dari seminggu untuk tes lain serta istirahat, lapor SPA saat itu, dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga:

Arab Saudi yang merupakan eksportir minyak mentah terbesar di dunia selama bertahun-tahun berupaya meredam spekulasi mengenai kesehatan Raja Salman.

Pada 2017, Riyadh menepis laporan dan meningkatnya spekulasi bahwa sang raja berencana turun takhta agar Pangeran Mohammed bin Salman bisa naik singgasana.

Adapun Raja Salman pernah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu pada 2020.

Dia juga dirawat di RS pada Maret 2022 untuk menjalani tes medis yang disebut berhasil, juga mengganti baterai alat pacu jantungnya.

Baca juga: Doa Raja Salman dan Putra Mahkota MbS untuk Korban Tragedi Kanjuruhan…

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Internasional
Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Global
Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Global
Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Global
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Global
Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Global
AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

Global
Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Global
Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Global
Kritik Israel, Dua Lipa: Demi Kebaikan Lebih Besar, Saya Ambil Risiko

Kritik Israel, Dua Lipa: Demi Kebaikan Lebih Besar, Saya Ambil Risiko

Global
Negosiator Israel: Puluhan Sandera di Gaza Masih Hidup

Negosiator Israel: Puluhan Sandera di Gaza Masih Hidup

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com