Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Serang Bangunan Hezbollah di Lebanon

Kompas.com - 14/04/2024, 18:32 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

BEIRUT, KOMPAS.com - Saat ketegangan meningkat, Hezbollah yang didukung Iran di timur Lebanon diserang oleh Israel pada Minggu (14/4/2024).

Menurut seorang sumber yang enggan menyebutkan namanya, serangan itu menargetkan sebuah daerah.

"Serangan Israel menargetkan sebuah daerah dekat Baalbek dan menargetkan bangunan dua lantai milik Hezbollah," katanya, dikutip dari AFP.

Baca juga: Begini Reaksi AS, Qatar, hingga China Terhadap Serangan Iran ke Israel

Tidak ada korban jiwa akibat serangan itu.

Kantor Berita Nasional milik pemerintah Lebanon melaporkan bahwa serangan udara musuh menargetkan sebuah bangunan" di desa Nabi Sheet dan menghancurkannya.

Seorang fotografer AFP di lokasi melihat puing-puing bangunan yang terbuat dari beton dan baja, rata dalam serangan tersebut.

Sebelumnya pada hari Minggu, Hezbollah mengatakan mereka telah dua kali meluncurkan rentetan roket ke arah Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel.

Hal ini dilakukan usai mereka bergabung dalam serangan pesawat tak berawak dan rudal besar-besaran Iran terhadap Israel.

Serangan Iran ini merupakan respons terhadap serangan udara 1 April 2024 yang secara luas dituding dilakukan oleh Israel yang menghancurkan gedung konsulat Iran di Damaskus hingga menewaskan tujuh Garda Revolusi, termasuk dua jenderal.

Sekutu Hamas, Hezbollah, hampir setiap hari saling baku tembak lintas perbatasan dengan Israel sejak kelompok Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza.

Konflik yang sebagian besar terjadi di wilayah perbatasan, sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 363 orang di Lebanon.

Korban itu sebagian besar adalah pejuang Hezbollah tetapi juga termasuk sedikitnya 70 warga sipil, menurut penghitungan AFP.

Baca juga: Seorang Pria Lepaskan Dua Tembakan di Bandara KLIA, Ini yang Diincar Pelaku

Di Israel, militer mengatakan 10 tentara dan delapan warga sipil tewas.

Namun sebanyak puluhan ribu warga sipil telah meninggalkan rumah mereka di kedua sisi perbatasan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Kini, Nyawa PM Slovakia Tak Lagi dalam Bahaya

Kini, Nyawa PM Slovakia Tak Lagi dalam Bahaya

Global
Saat Utusan AS Kunjungi Israel, Pesawat dan Tank Tetap Gempur Gaza

Saat Utusan AS Kunjungi Israel, Pesawat dan Tank Tetap Gempur Gaza

Global
Pria China Tewas Saat Coba Olahraga Kontroversial Seperti Ini

Pria China Tewas Saat Coba Olahraga Kontroversial Seperti Ini

Global
Berakhirnya Era Keluarga PM Lee di Singapura

Berakhirnya Era Keluarga PM Lee di Singapura

Global
Filipina Ganti Komandan Militer di Laut China Selatan

Filipina Ganti Komandan Militer di Laut China Selatan

Global
Serangan Israel di Kamp Pengungsi Gaza Tengah Tewaskan 20 Orang

Serangan Israel di Kamp Pengungsi Gaza Tengah Tewaskan 20 Orang

Global
Raja Salman Nyeri Sendi dan Suhu Tinggi, Akan Jalani Tes Medis

Raja Salman Nyeri Sendi dan Suhu Tinggi, Akan Jalani Tes Medis

Global
Demi Palestina, Mahasiswa Internasional di AS Rela Pertaruhkan Status Imigrasi...

Demi Palestina, Mahasiswa Internasional di AS Rela Pertaruhkan Status Imigrasi...

Global
Rangkuman Hari Ke-815 Serangan Rusia ke Ukraina: Polandia Bangun Benteng di Perbatasan | 9.907 Warga Kharkiv Dievakuasi 

Rangkuman Hari Ke-815 Serangan Rusia ke Ukraina: Polandia Bangun Benteng di Perbatasan | 9.907 Warga Kharkiv Dievakuasi 

Global
Saat Kopi dari Berbagai Daerah Indonesia Tarik Minat Pengunjung Pameran Kopi Akbar di Australia...

Saat Kopi dari Berbagai Daerah Indonesia Tarik Minat Pengunjung Pameran Kopi Akbar di Australia...

Global
Hilang 26 Tahun, Omar Ternyata Diculik Tetangga Hanya 200 Meter dari Rumah

Hilang 26 Tahun, Omar Ternyata Diculik Tetangga Hanya 200 Meter dari Rumah

Global
Saat 800.000 Warga Terpaksa Tinggalkan Rafah Gaza, Pergi ke Daerah-daerah yang Tak Tersedia Air...

Saat 800.000 Warga Terpaksa Tinggalkan Rafah Gaza, Pergi ke Daerah-daerah yang Tak Tersedia Air...

Global
Kabinet Perang Israel Terpecah, Benny Gantz Ancam Mundur

Kabinet Perang Israel Terpecah, Benny Gantz Ancam Mundur

Global
[UNIK GLOBAL] Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos | Pilu Kera Tergemuk di Thailand

[UNIK GLOBAL] Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos | Pilu Kera Tergemuk di Thailand

Global
SD Ini Tak Terduga Terima 8 Pasang Siswa Kembar, Begini Reaksi Para Guru

SD Ini Tak Terduga Terima 8 Pasang Siswa Kembar, Begini Reaksi Para Guru

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com