Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Iran Sebut Serangan Sudah Selesai, Peringatkan Israel Tak Membalas

Kompas.com - 14/04/2024, 14:41 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran memperingatkan Israel untuk tidak membalas secara militer atas serangan mereka luncurkan pada Minggu (14/4/2024).

Iran mengungkap serangan kali ini diluncurkan sebagai tanggapan atas serangan oleh Israel yang menghancurkan gedung Kedutaan Besar Iran di Damaskus, Suriah, pada 1 April lalu.

"Masalah ini dapat dianggap selesai. Namun, jika rezim Israel melakukan kesalahan lagi, tanggapan Iran akan jauh lebih parah," ungkap Misi Iran untuk PBB dalam sebuah posting di media sosial X.

Baca juga: UPDATE Iran Serang Israel: 300 Drone dan Rudal Telah Ditembakkan, 12 Orang Terluka

Sebelumnya, pada Sabtu (13/4/2024) malam, Korps Garda Revolusi Iran mengumumkan telah meluncurkan puluhan pesawat tak berawak (drone) dan rudal ke arah situs militer di wilayah Israel.

"Aksi militer Iran merupakan respons atas agresi rezim Zionis (Israel) terhadap tempat diplomatik kami di Damaskus," ujar misi Iran untuk PBB.

Serangan itu, menurut misi tersebut, dilakukan atas dasar Pasal 51 Piagam PBB yang berkaitan dengan pertahanan yang sah.

Namun, Militer Israel mengekliam telah menembak 99 persen drone dan rudal dari Iran dengan bantuan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, dan menyatakan bahwa serangan Iran telah "digagalkan".

Selama dua minggu terakhir, pihak berwenang Iran bagaimanapun telah berulang kali bersumpah untuk "menghukum" Israel setelah tewasnya tujuh orang Garda Revolusi, termasuk dua jenderal Pasukan Quds, dalam sebuah serangan yang meratakan konsulat Iran di Damaskus pada 1 April.

Iran menyalahkan Israel atas serangan tersebut.

Beberapa hari setelah serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan bahwa Israel akan dihukum atas tindakannya.

Sejak revolusi tahun 1979 di Iran yang menggulingkan Shah yang didukung AS, Israel telah menjadi musuh bebuyutan Republik Islam Iran.

Baca juga: Iran Ungkap Tujuan Serang Israel Kali Ini

Iran sering menyerukan penghancuran Israel, dengan mendukung perjuangan Palestina sebagai salah satu pilar revolusi Islam. 

Namun, Teheran juga menahan diri untuk tidak melakukan serangan langsung terhadap Israel -sampai Sabtu.

Sebaliknya, Iran telah mendukung anggota "Poros Perlawanan" untuk melawan Israel, termasuk kelompok militan Hezbollah yang berbasis di Lebanon dan pemberontak Huthi di Yaman, sejak pecahnya perang di Gaza antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, pada tanggal 7 Oktober.

Beberapa jam sebelum serangan pada hari Sabtu, Iran menyita sebuah kapal kontainer yang terkait dengan Israel di Teluk yang disebut Washington sebagai "tindakan pembajakan".

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Global
Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Global
Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Global
Pecah Rekor Lagi, Pendaki Nepal Kami Rita Sherpa Capai Puncak Everest 30 Kali

Pecah Rekor Lagi, Pendaki Nepal Kami Rita Sherpa Capai Puncak Everest 30 Kali

Global
Presiden Iran Meninggal, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Ebrahim Raisi

Presiden Iran Meninggal, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Ebrahim Raisi

Global
Rangkuman Hari Ke-818 Serangan Rusia ke Ukraina: 3.000 Napi Ukraina Ingin Gabung Militer | 14.000 Orang Mengungsi dari Kharkiv 

Rangkuman Hari Ke-818 Serangan Rusia ke Ukraina: 3.000 Napi Ukraina Ingin Gabung Militer | 14.000 Orang Mengungsi dari Kharkiv 

Global
Belum Cukup Umur, Remaja 17 Tahun di India Pilih Partai PM Modi 8 Kali di Pemilu

Belum Cukup Umur, Remaja 17 Tahun di India Pilih Partai PM Modi 8 Kali di Pemilu

Global
Menlu AS Tuding ICC Hambat Gencatan Senjata Perang Israel-Hamas

Menlu AS Tuding ICC Hambat Gencatan Senjata Perang Israel-Hamas

Global
Menteri Keamanan To Lam Resmi Terpilih Jadi Presiden Vietnam

Menteri Keamanan To Lam Resmi Terpilih Jadi Presiden Vietnam

Global
Anggota Kabinet Perang Israel Ron Dermer Sebut Tak Ada Kelaparan di Gaza, Kok Bisa? 

Anggota Kabinet Perang Israel Ron Dermer Sebut Tak Ada Kelaparan di Gaza, Kok Bisa? 

Global
Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Internasional
6 Fakta soal Helikopter Presiden Iran, Termasuk Buatan AS dan Sudah Usang

6 Fakta soal Helikopter Presiden Iran, Termasuk Buatan AS dan Sudah Usang

Global
Rusia Umumkan Mulai Latihan Peluncuran Senjata Nuklir Taktis

Rusia Umumkan Mulai Latihan Peluncuran Senjata Nuklir Taktis

Global
Penumpang yang Tewas dalam Singapore Airlines Berencana Berlibur ke Indonesia

Penumpang yang Tewas dalam Singapore Airlines Berencana Berlibur ke Indonesia

Global
[POPULER GLOBAL] Singapore Airlines Turbulensi Parah | Hasil Penyelidikan Awal Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

[POPULER GLOBAL] Singapore Airlines Turbulensi Parah | Hasil Penyelidikan Awal Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com