Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

1 Tahun Pemerintahan Joe Biden, Apa Saja yang Sudah Dicapai dan Gagal?

Kompas.com - 20/01/2022, 12:02 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe menjabat dengan menghadapi tantangan luar biasa: negara yang terpecah setelah masa kepemimpinan Donald Trump, pandemi Covid, dan ekonomi yang kacau.

Biden pun berjanji banyak kepada orang Amerika, antara lain menyembuhkan demokrasi negara itu, mengalahkan Covid, mengatasi masalah rasial dan ekonomi yang mengakar, serta memulihkan posisi AS di seluruh dunia.

Kini, setelah setahun Biden menjabat sebagai Presiden AS, apa saja yang sudah dan belum dicapainya? Berikut rangkumannya dari AFP, Selasa (18/1/2022).

Baca juga: Jelang Satu Tahun Pemerintahan Joe Biden

1. Covid-19

Biden membuat awalan kuat dengan peluncuran vaksin, bertentangan dengan kebijakan Trump yang sering membingungkan dan mencoba menyepelekan pandemi, meskipun ia mengawasi perkembangan pesat vaksin.

Biden lalu mendeklarasikan 4 Juli sebagai hari kemerdekaan dari virus corona, tetapi varian Delta melanda pada musim panas itu, membalikkan tren penurunan kasus pada musim semi, dan saat varian Omicron mulai mendominasi pada Desember, Biden disalahkan.

Pada awal pemerintahan, 69 persen orang Amerika menyetujui kebijakan Covid Biden, tetapi sekarang tinggal 46 persen.

Di wilayah konservatif negara itu, upaya pemerintahan Biden untuk memaksakan mandat vaksin memicu oposisi politik yang sengit, dan pada Kamis (13/1/2022) Mahkamah Agung membatalkan upayanya untuk mewajibkan vaksinasi di bisnis besar.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyampaikan pidato tentang kebijakan Build Back Better terkait aturan legislasi baru seputar harga obat, Senin (6/12/2021). GETTY IMAGES NORTH AMERICA via AFP/CHIP SOMODEVILLA Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyampaikan pidato tentang kebijakan Build Back Better terkait aturan legislasi baru seputar harga obat, Senin (6/12/2021).
2. Penyelamatan ekonomi

Pemerintahan Biden mencanangkan pengesahan American Rescue Plan senilai 1,9 triliun dollar AS (Rp 27,28 kuadriliun) untuk menyelamatkan ekonomi dari kejatuhan dengan pengangguran massal dan resesi.

Biden juga menandatangani paket infrastruktur senilai 1,2 triliun dollar AS (Rp 17,23 kuadriliun) untuk memperbaiki jembatan, jalan, koneksi internet, dan banyak lagi.

Program ini dicapai dengan dukungan Partai Republik, dan merupakan sesuatu yang Trump sudah lama janjikan tetapi gagal untuk memenuhinya.

Namun, paket pengeluaran iklim dan sosial yang lebih besar yaitu RUU Build Back Better senilai 1,7 triliun dollar AS (Rp 24,4, kuadriliun) kandas di Senat, setelah Biden tidak mampu membujuk senator Demokrat yang keras kepala, Joe Manchin, untuk mendukungnya.

Indeks pasar saham dan pertumbuhan pekerjaan mencapai rekor selama 2021, dengan pengangguran pada angka 3,9 persen. Namun, pada saat yang sama, Biden memimpin dengan inflasi yang sangat tinggi, rekor tujuh persen dalam angka tahunan Desember.

Selama berbulan-bulan, penasihat ekonomi Biden mengeklaim inflasi akan hanya sesaat saja, tetapi seperti pandemi yang berada di balik harga yang terdistorsi itu, inflasi juga tak kunjung kelar.

Baca juga: Ulang Tahun 20 November, Ini Kisah Sepak Terjang Joe Biden

3. Demokrasi dan perubahan sosial

Sebagai seorang sentris alami, Biden mengalami kesulitan memuaskan sayap kiri partainya atau tuntutan mendesak dari kelompok pemilih utama, terutama Afrika-Amerika.

Janjinya yang sering diucapkan untuk mengubah kecanduan Amerika terhadap senjata api dan untuk melembagakan reformasi yang mencegah kebrutalan polisi hanya mendapat sedikit dukungan.

Presiden Joe Biden berbicara tentang varian baru Covid-19 bernama varian omicron, di Ruang Roosevelt Gedung Putih, Senin, 29 November 2021, di Washington, dengan Dr Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular berada di belakangnya. AP PHOTO/EVAN VUCCI Presiden Joe Biden berbicara tentang varian baru Covid-19 bernama varian omicron, di Ruang Roosevelt Gedung Putih, Senin, 29 November 2021, di Washington, dengan Dr Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular berada di belakangnya.
Reformasi hak suaranya yang khas, yang dirancang untuk menghentikan diskriminasi terhadap orang kulit hitam dan penindasan jumlah pemilih, kandas di Senat, lagi-lagi hanya karena oposisi dari dua Demokrat. Margin tipis di Kongres menempatkan hampir semua ambisi presiden dalam bahaya.

Pada masalah yang lebih luas dalam menyembuhkan perpecahan politik negara, Biden juga mendapat nilai rendah, bahkan jika itu bukan semua kesalahannya.

Biden berjanji untuk menyatukan orang Amerika dalam pidato pelantikannya, meninggalkan gaya memecah belah Trump yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang termasuk mengobarkan kebencian terhadap migran, jurnalis, dan lawan-lawan lainnya dalam demonstrasi massa yang konstan.

Baca juga: Profil Pemimpin Dunia: Joe Biden, Presiden AS

4. Kembalinya Amerika

"America is back," pemerintahan Biden dengan lantang menyatakan kepada dunia pada hari pertama.

Dalam banyak hal, itulah yang terjadi. Biden menempatkan Amerika Serikat kembali ke dalam kesepakatan iklim Paris dan kembali ke upaya multinasional untuk mengendalikan kapasitas nuklir Iran.

Dia bergerak cepat untuk meyakinkan sekutu tertua dan terkuat Amerika di Eropa, NATO, dan di seluruh Asia, bahwa Washington berdiri bersama mereka sebagai mitra, membalikkan penekanan Trump pada hubungan bilateral dan perlakuan bahkan terhadap teman sebagai saingan ekonomi yang kejam.

Keluarnya AS dari Afghanistan mengakhiri perang 20 tahun yang gagal dan merupakan sesuatu yang hanya dibicarakan oleh presiden sebelumnya.

Namun, hari-hari terakhir penarikan yang berbahaya dan sering kali kacau balau itu merusak citra profesionalisme AS, mengubah momen lega menjadi penghinaan.

Baca juga: Joe Biden: Jakarta Mungkin Tenggelam 10 Tahun Lagi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com