Pemberontak Houthi Tolak Bebaskan Kapal Berbendera UEA yang Disita

Kompas.com - 16/01/2022, 06:31 WIB
Pasukan Houthi menumpang di bak truk polisi, setelah menghadiri pertemuan Houthi di Sanaa, Yaman, 19 Februari 2020. Khaled Abdullah/REUTERSPasukan Houthi menumpang di bak truk polisi, setelah menghadiri pertemuan Houthi di Sanaa, Yaman, 19 Februari 2020.

SANAA, KOMPAS.com – Kelompok pemberontak Houthi Yaman menolak permintaan PBB untuk membebaskan kapal berbendera Uni Emirat Arab (UEA) yang mereka sita awal bulan ini.

Melansir AFP, Sabtu (15/1/2022), kelompok tersebut berdalih bahwa kapal itu membawa senjata.

Kapal Rwabee tidak membawa mainan untuk anak-anak tetapi senjata untuk para ekstremis,” kata seorang tokoh Houthi, Hussein al-Azzi.

Baca juga: ABK Asal Indonesia Disandera Milisi Houthi Yaman, Kemenlu Upayakan Pemulangan

Houthi yang didukung Iran menyita kapal itu pada 3 Januari di pelabuhan Laut Merah Hodeida, bersama dengan 11 awaknya.

Kelompok itu kemudian merilis sebuah video yang menurut mereka adalah peralatan militer di atas kapal.

Di sisi lain, UEA menyatakan bahwa Rwabee adalah kapal kargo sipil.

Baca juga: Perang Yaman: Kenapa Houthi Ingin Merebut Marib?

UEA menyebut kapal itu disewa oleh perusahaan asal Arab Saudi dan telah berada di perairan internasional, membawa peralatan untuk digunakan di rumah sakit lapangan.

UEA menuturkan, penyitaan Kapal Rwabee tersebut sebagai tindakan pembajakan.

Pada Jumat (14/1/2022), Dewan Keamanan PBB menuntut Houthi untuk segera membebaskan Kapal Rwabee beserta krunya.

Baca juga: Perang Yaman, Koalisi Arab Saudi Hancurkan Gudang Senjata Houthi di Ibu Kota

Dewan Keamanan PBB menekankan pentingnya kebebasan navigasi di Teluk Aden dan Laut Merah yang merupakan rute strategis untuk pelayaran internasional.

Dewan Keamanan PBB juga meminta semua pihak meredakan situasi di Yaman, termasuk dengan bekerja sama dengan utusan khusus PBB untuk kembali ke meja perundingan.

Namun Azzi, yang dikutip oleh televisi Al-Masirah milik Houthi, menuduh PBB berpihak pada “pembunuh” yang melanggar hukum internasional.

“(Rwabee adalah) milik negara yang berpartisipasi dalam agresi terhadap rakyat kami dan berperang dengan Yaman, dan memasuki perairan teritorial (Yaman) secara tidak sah,” tutur Azzi.

Baca juga: Pemberontak Houthi Serang Arab Saudi, 2 Warga Sipil Dilaporkan Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

India Dilanda Banjir Mematikan dan Gelombang Panas Secara Bersamaan

India Dilanda Banjir Mematikan dan Gelombang Panas Secara Bersamaan

Global
Dugaan Kasus Covid-19 Korea Utara Mendekati 2 Juta Orang

Dugaan Kasus Covid-19 Korea Utara Mendekati 2 Juta Orang

Global
 Krisis Pangan Global Semakin Parah, Sekjen PBB Berusaha Buka Keran Gandum Ukraina

Krisis Pangan Global Semakin Parah, Sekjen PBB Berusaha Buka Keran Gandum Ukraina

Global
Korea Utara Siap “Sambut” Kunjungan Biden ke Asia dengan Uji Coba Nuklir dan Rudal

Korea Utara Siap “Sambut” Kunjungan Biden ke Asia dengan Uji Coba Nuklir dan Rudal

Global
Rangkuman Hari Ke-84 Serangan Rusia ke Ukraina, Perlawanan Mariupol Tumbang, Finlandia dan Swedia Resmi Daftar NATO

Rangkuman Hari Ke-84 Serangan Rusia ke Ukraina, Perlawanan Mariupol Tumbang, Finlandia dan Swedia Resmi Daftar NATO

Global
Inflasi, Solusi Krisis Sri Lanka

Inflasi, Solusi Krisis Sri Lanka

Global
POPULER GLOBAL: Finlandia dan Swedia Daftar NATO | Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol

POPULER GLOBAL: Finlandia dan Swedia Daftar NATO | Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol

Global
Misteri Ruangan-ruangan Terkunci di Taj Mahal, Ada Rahasia Apa di Dalamnya?

Misteri Ruangan-ruangan Terkunci di Taj Mahal, Ada Rahasia Apa di Dalamnya?

Global
Teliti Siklus Tidur, Pria Ini Rela Tidur Bersebelahan dengan Cheetah

Teliti Siklus Tidur, Pria Ini Rela Tidur Bersebelahan dengan Cheetah

Global
Ukraina Terkini: Rusia Sebut Lebih dari 700 Pejuang Mariupol Menyerah

Ukraina Terkini: Rusia Sebut Lebih dari 700 Pejuang Mariupol Menyerah

Global
Rusia Tak Ragu Usir 34 Diplomat Perancis, Langkah Balas Dendam?

Rusia Tak Ragu Usir 34 Diplomat Perancis, Langkah Balas Dendam?

Global
Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Keraguan Turki Segera Diatasi

Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Keraguan Turki Segera Diatasi

Global
Bansos Covid Rp 5 Miliar di Jepang Ludes Dipakai Pria Ini Judi Online

Bansos Covid Rp 5 Miliar di Jepang Ludes Dipakai Pria Ini Judi Online

Global
Kenapa Finlandia dan Swedia Tetap Daftar NATO dan Abaikan Peringatan Putin, Apa Dampaknya?

Kenapa Finlandia dan Swedia Tetap Daftar NATO dan Abaikan Peringatan Putin, Apa Dampaknya?

Global
Dilema Kim Jong Un Hadapi Covid-19: Terima Bantuan atau Teguh Mandiri

Dilema Kim Jong Un Hadapi Covid-19: Terima Bantuan atau Teguh Mandiri

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.