Taiwan Sebut China "Tukang Bully" karena Kirim Jet Tempur ke Wilayahnya

Kompas.com - 25/09/2021, 12:25 WIB
Dalam foto ini diambil 10 Februari 2020, dan dirilis oleh Republik Pertahanan Tiongkok (ROC) Kementerian Pertahanan Nasional, Angkatan Udara Taiwan F-16 di latar depan terbang di atas sayap Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAAF) H -6 pembom saat melewati dekat Taiwan. Republic of China (ROC) Ministry of National Defense via APDalam foto ini diambil 10 Februari 2020, dan dirilis oleh Republik Pertahanan Tiongkok (ROC) Kementerian Pertahanan Nasional, Angkatan Udara Taiwan F-16 di latar depan terbang di atas sayap Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAAF) H -6 pembom saat melewati dekat Taiwan.

TAIPEI, KOMPAS.com - Taiwan menyebut China sebagai "tukang bully", setelah muncul kabar dua skuadron pesawat yang masuk ke wilayahnya.

Pada Kamis (23/9/2021), Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) total menerbangkan 24 pesawat, termasuk jet tempur, pesawat pengebom, dan pesawat anti-kapal selam.

CNN melaporkan, radio peringatan dan sistem pertahanan udara disiagakan diaktifkan untuk memonitor angkatan udara "Negeri Panda".

Baca juga: China Gelar Latihan Militer Dekat Taiwan

Masuknya 24 pesawat China merupakan invasi ketiga terbesar yang dilakukan "Negeri Panda" kepada Taiwan dalam dua tahun terakhir.

Unjuk kekuatan itu terjadi setelah Taipei mengutarakan niatnya bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menyatakan, mereka menentang negara yang hendak bermitra dengan Taiwan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beijing sama sekali tidak mengakui eksistensi Taiwan sebagai negara berdaulat, melainkan mengeklaim merupakan wilayahnya yang membangkang.

Tetapi Taipei melalui juru bicara kementerian luar negerinya berujar, China tidak memerinah mereka selama 70 tahun terakhir.

"Taiwan adalah Taiwan. Tidak pernah menjadi bagian dari Republik Rakyat China (PRC) sejak kapanpun," terang juru bicara tersebut dikutip The Sun.

"Pemerintah China hanya ingin mem-bully kami di depan masyarakat dunia, dan menjadi dalang ketegangan lintas selat," tegas Taipei.

Tidak hanya dengan Taiwan, Beijing juga terlibat ketegangan dengan negara lain karena isu Laut China Selatan.

Perairan tersebut merupakan kawasan strategis bernilai triliunan dollar AS perdagangan dunia setiap tahunnya.

Pada awal tahun ini, "Negeri Panda" sempat mengancam bakal membalas setelah Inggris mengirim kapal perang untuk melindungi perdagangan bebas dunia.

Baca juga: China Luncurkan 10 Pesawat Termasuk Jet Tempur ke Wilayah Udara Taiwan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.