Taiwan Perpanjang Larangan Kedatangan Migran Indonesia, Ternyata Ini Sebabnya...

Kompas.com - 19/12/2020, 19:52 WIB
Unipah bersama puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kurang beruntung di Arab Saudi dipulangkan KBRI Riyadh ke Tanah Air. KBRI RiyadhUnipah bersama puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kurang beruntung di Arab Saudi dipulangkan KBRI Riyadh ke Tanah Air.

 

KOMPAS.com - Taipei Economic and Trade Office (TETO) memberikan tanggapan atas pernyataan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani Jumat kemarin, pada Sabtu (19/12/2020).

Sebelumnya, Benny Rhamdani mempertanyakan apakah perpanjangan penangguhan penempatan PMI ke Taiwan melibatkan masalah politik.

Baca juga: Taiwan Perpanjang Larangan Kedatangan Pekerja Migran Indonesia

Menanggapi hal tersebut, melalui rilis yang diterima Kompas.com, pihak TETO memberikan beberapa jawaban sebagai berikut:

1. Apakah melibatkan pertimbangan politik?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihak TETO menegaskan bahwa Taiwan dan Indonesia memiliki hubungan bilateral yang erat. Perpanjangan periode penangguhan penempatan PMI ke Taiwan semata-mata berdasarkan pertimbangan pencegahan epidemi dan tidak memiliki implikasi politik.

Pemerintah Taiwan bersedia untuk membuka kembali penempatan PMI ke Taiwan setelah Taiwan-Indonesia mencapai konsensus tentang langkah-langkah pencegahan epidemi.

Baca juga: BP2MI Kecewa Taiwan Perpanjang Penghentian Kedatangan Pekerja Migran Indonesia

2. Lebih dari dua bulan terakhir, PMI telah menjadi sumber utama kasus terkonfirmasi Covid-19 dari luar Taiwan. Dengan data statistik sebagai berikut:

Sejak 16 Oktober hingga 17 Desember 2020, Taiwan telah menemukan total 226 kasus infeksi impor, 127 orang diantaranya adalah PMI, menempati lebih dari 50 persen, menjadikan PMI sebagai sumber terbesar dari kasus impor yang dikonfirmasi di Taiwan.

Hal ini sangat mengancam keselamatan masyarakat Taiwan. Serta diantara 127 PMI, ada 76 orang yang membawa hasil pemeriksaan PCR negatif dari Indonesia, namun setelah diperiksa di Taiwan ternyata dikonfirmasi positif, proporsinya cukup tinggi mencapai 60 persen.

Hal ini mengejutkan dan menimbulkan perhatian serius dari masyarakat Taiwan.

Baca juga: BP2MI Minta Kemenaker Cabut Izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran yang Langgar Protokol Kesehatan

Halaman:

Sumber Rilis
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X