Kim Jong Un Dikabarkan Kirim Mata-mata ke jantung Eropa

Kompas.com - 08/12/2020, 19:03 WIB
Dalam file foto 15 November 2020 ini yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri pertemuan Politbiro Partai Buruh yang berkuasa di Pyongyang, Korea Utara. APDalam file foto 15 November 2020 ini yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri pertemuan Politbiro Partai Buruh yang berkuasa di Pyongyang, Korea Utara.

WINA, KOMPAS.com - Ibu kota Austria, Wina, diduga menjadi pusat operasi intelijen mata-mata Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Eropa, melansir The Express pada Minggu (06/12/20).

Pejabat intelijen Barat dalam laporannya menyatakan bahwa pejabat tinggi dan agen mata-mata Korea Utara telah melewati Austria. Mereka hendak melakukan misi pengadaan ilegal dan operasi intelijen.

Sebuah laporan intelijen tahunan dari Austria mengatakan aktor intelijen beroperasi baik di Austria dan melawan kepentingan Austria.

Laporan tersebut mengatakan operasi ini dilakukan melalui jaringan bisnis lokal dan memungkinkan akses ke Uni Eropa (UE) dan organisasi multinasional.

Baca juga: Langgar Aturan Covid-19, Seorang Warga Korea Utara Dieksekusi di Depan Umum

PBB dalam laporannya juga mengatakan bahwa Kedutaan Besar Austria di Korea Utara telah digunakan untuk kegiatan ilegal yang menghasilkan pendapatan ilegal juga.

Kegiatan itu diduga juga dilakukan oleh kedutaan besar Korea Utara di negara lain.

Wina juga diduga menjadi pusat penyelundupan narkotika gelap dan operasi senjata bagi Pyongyang.

Analisis terpisah oleh Bloomberg menyatakan rezim Korea Utara menggunakan Wina sebagai pintu gerbang ke Eropa bagi mata-mata terselubungnya.

Menurut pejabat intelijen Eropa dan Amerika Serikat (AS), Korea Utara telah menanam sepuluh agen keamanan negara di dalam wilayah Uni Eropa.

“Seorang agen mata-mata tingkat tinggi beroperasi secara teratur di luar Wina,” terang mereka.

Baca juga: Pembelot Korea Utara Bisa Kabur Tanpa Terdeteksi, Begini Kata Korea Selatan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Tokoh Partai NLD Myanmar Tewas di Tahanan, Diduga Disiksa

Seorang Tokoh Partai NLD Myanmar Tewas di Tahanan, Diduga Disiksa

Global
Meghan Markle Sebut Kerajaan Inggris Enggan Jadikan Anaknya Pangeran, Ini Sebabnya

Meghan Markle Sebut Kerajaan Inggris Enggan Jadikan Anaknya Pangeran, Ini Sebabnya

Global
Meghan Markle Sempat Berpikir untuk Bunuh Diri Saat Jadi Anggota Kerajaan Inggris

Meghan Markle Sempat Berpikir untuk Bunuh Diri Saat Jadi Anggota Kerajaan Inggris

Global
Diminta Rakyatnya Tinggalkan Jabatan, Presiden Paraguay Malah Minta Seluruh Menterinya Mundur

Diminta Rakyatnya Tinggalkan Jabatan, Presiden Paraguay Malah Minta Seluruh Menterinya Mundur

Global
Jelang Sidang Derek Chauvin Pembunuh George Floyd, Warga Datang Bawa Peti Mati

Jelang Sidang Derek Chauvin Pembunuh George Floyd, Warga Datang Bawa Peti Mati

Global
Gelar Misa Terakhir di Irak sebelum Pulang, Ini Ucapan Paus Fransiskus

Gelar Misa Terakhir di Irak sebelum Pulang, Ini Ucapan Paus Fransiskus

Global
Rakyat Swiss Izinkan Kelapa Sawit Indonesia Boleh Masuk

Rakyat Swiss Izinkan Kelapa Sawit Indonesia Boleh Masuk

Global
4 Ledakan Beruntun Mengguncang Sebuah Kamp Militer, 600 Orang Luka, 20 Tewas

4 Ledakan Beruntun Mengguncang Sebuah Kamp Militer, 600 Orang Luka, 20 Tewas

Global
Diserbu 10 Drone Houthi, Koalisi Arab Saudi Balas Serang Ibu Kota Yaman

Diserbu 10 Drone Houthi, Koalisi Arab Saudi Balas Serang Ibu Kota Yaman

Global
Arab Saudi Diserbu Drone Bersenjata Houthi, 10 Berhasil Dicegat

Arab Saudi Diserbu Drone Bersenjata Houthi, 10 Berhasil Dicegat

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Muntahan Paus Harganya Rp 3,7 Miliar | Hari Kudeta Myanmar Paling Berdarah

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Muntahan Paus Harganya Rp 3,7 Miliar | Hari Kudeta Myanmar Paling Berdarah

Global
China Nyatakan Kesediaan untuk Terlibat Redakan Situasi Myanmar

China Nyatakan Kesediaan untuk Terlibat Redakan Situasi Myanmar

Global
Trump Protes Namanya Dipakai untuk Galang Dana oleh Partainya

Trump Protes Namanya Dipakai untuk Galang Dana oleh Partainya

Global
Siswa Siap Kembali ke Kelas, Inggris Bagikan 57 Juta Alat Tes Covid-19 ke Sekolah

Siswa Siap Kembali ke Kelas, Inggris Bagikan 57 Juta Alat Tes Covid-19 ke Sekolah

Global
Meghan Tuding Kerajaan Inggris Umbar Kebohongan Soal Keluarganya dengan Pangeran Harry

Meghan Tuding Kerajaan Inggris Umbar Kebohongan Soal Keluarganya dengan Pangeran Harry

Global
komentar
Close Ads X